Duhai Calon Pemilik Tulang Rusukku, ku Tunggu Hingga Ijab Kabul Terucap dari Lisanmu

Lindungi aku dalam perjalanan hidup kita, ketika engkau terluka kan kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dlm jiwamu. Dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad nanti.

Duhai Calon Pemilik Tulang Rusukku, ku Tunggu Hingga Ijab Kabul Terucap dari Lisanmu

Duhai Calon Pemilik Tulang Rusukku, ku Tunggu Hingga Ijab Kabul Terucap dari Lisanmu

Duhai calon suami dunia dan akhiratku, ku titipkan warkah ini buatmu walaupun jauh untukku bertemu denganmu.

Wahai dirimu yang sedang dinanti, sabarkanlah aku dalam menempuhi ujian penantian.

Duhai calon pemilik tulang rusukku, ku tunggu hingga Ijab Kabul terucap dari lisanmu.

Aku akan menjaga dalam harumnya semerbak di jiwaku, dan menunggumu hingga engkau menahkodai bahtera kita. 

Akan ku berhijab dengan sempurna dengan tak selalu mengikuti arah arus pergaulan modern yang menyesakkan hati.

Duhai calon imam dalam sholatku.

Aku kan selalu hadir dalam cintamu kepada Allah, dengan siap aku akan menghamparkan sajadah sebagai alas sujudmu, dengan hadirku sebagai makmummu, Insya Allah akan menyempurnakan ibadah kita nanti.

Deru doamu seiring kata 'aamiin' dari lisanku dalam hening malam,
air mataku ini tak henti ku titiskan bercahayakan munajat doa bersamamu.

Duhai calon pemilik tangan gagah yang menolongku ketika aku tersungkur dan jatuh.

Lindungi aku dalam perjalanan hidup kita, ketika engkau terluka kan kubalut dengan cinta jiwa yang merona, menyembuhkan segala perih dlm jiwamu.

Dan kan kuhaluskan telapak kakimu dengan mencucikannya ketika engkau pulang dari berjihad nanti.

Duhai calon ayah dari para mujahid-mujahidah kita.

Aku sebagai ibu, madrasah pertama sebagai sumber ilmu buat anak-anak kita, kan kutanamkan ilmu agama agar mujahid mujahidah kita takut akan Rabbnya, santun pada kedua orang tuanya, menghormati orang-orang yang lebih tua. 

Akhlakul karimah yang baik kan kusisipkan dalam prilakunya semenjak kecil.

Duhai calon nahkoda yg kan membawa keluargaku ke syurga
Mari kita hiasi rumah kita dgn cahaya-cahaya iman.

Aku dalam diam sengaja tak menampakkan diri, agar engkau benar-benar menemukanku dalam cahaya sujudmu.

Aku tak banyak bicara karena aku takut ketika aku menyapa,
engkau terpesona pada apa yang ku ucap.

Aku pun menunduk malu, karena
aku takut dapat memudarkan imanmu.

Wahai Calon Imam dunia Akheratku.

Aku menunggu lisan qabul darimu,
yang menyambut ijab dari waliku.

Insya Allah, aku sedia menantimu di sini.

Sumber: Wahai Calon Imamku, Jemput Aku Menjadi Bidadarimu

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel