Tulung Agung: Truk Bermuatan Pasir Tertabrak KA Malioboro Ekpress di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Sebenarnya kecelakaan kereta api dengan pengendara lain seperti motor dan mobil sudah sering terjadi, namun entah mengapa masih saja banyak masyarakat yang tidak hati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, terutama yang tidak berpalang pintu.

Tulung Agung: Truk Bermuatan Pasir Tertabrak KA Malioboro Ekpress di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Sebuah truk bermuatan pasir yang melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Senin (6/5/2019) sekitar pukul 10.36 WIB bak belakang rusak. 

Ini setelah truk nopol AG 8641 RF mengangkut pasir dikemudian Kadi (59) warga Desa Kalangan RT1, RW1, Kecamatan Ngunut tertabrak Kereta Api.

Menurut relawan yang menjaga perlintasan ini, Iswanto (45), saat itu dari kejauhan akan melintas kereta Malioboro Ekspres. 

Relawan yang ada di perlintasan sudah memberi peringatan agar sopir truk berhenti. 

Namun Kadi mengabaikan peringatan itu, dan terus melaju.

"Saya tidak bisa memaksa orang. Saya peringatkan dia, dia cuma cuek saja," ucap Iswanto.

Truk yang dikemudikan Kadi terus melintasi rel. Di saat bersamaan KA Malioboro Ekspres melaju kencang dari arah timur.

Saat truk hampir berhasil menjauhi rel, kereta menabrak bak bagian belakang sebelah kiri. 

Hal itu membuat truk terdorong ke kanan hingga membentur besi pembatas rel. Truk juga merusak panel early warning system (EWS) hingga remuk.

"Mungkin kalau tidak membentur pagar pembatas mungkin truknya terguling," ucap Iswanto.

Sopir truk mengalami luka di bagian kepala, hingga mengucurkan darah.

Namun kondisinya masih sadar dan bisa bicara. Kadi sempat menelepon seseorang, sebelum dibawa ke petugas medis.

Iswanto menambahkan, masyarakat yang melintas banyak yang kurang tertib. 

Mereka seolah meremehkan sukarelawan seperti dirinya.

Sumber: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel