Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiiu'un, Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Kabar meninggalnya Ustadz Arifin Ilham (49) disampaikan Ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagramnya, @yusufmansurnew, Rabu (22/5/2019) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.


Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raajiiu'un, Ustadz Arifin Ilham Meninggal Dunia

Liputantop.com - Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia, Rabu (22/5/2019 malam.

Kabar meninggalnya Ustadz Arifin Ilham (49) disampaikan Ustaz Yusuf Mansur melalui akun Instagramnya, @yusufmansurnew, Rabu (22/5/2019) malam, sekitar pukul 21.00 WIB.

"Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji'un. Saya barusan konfirmasi lbh lanjut ke Adik beliau. Mhn doanya. Husnul Khatimah. Yakin. Aamiin," tulis Yusuf Mansur.

"Besok diterbangkan insyaAllah ke Indonesia," tambah dia.

Ustaz Arifin Ilham sebelumnya dikabarkan kritis dalam perawatan di RS di Penang Malaysia.

Sumber: tribunnews.com

Berikut kami sajikan salah satu status dari laman fb K. H. Muhammad Arifin Ilham

Sakit Sebenarnya!


Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu.

SubhanAllah hamba yg beriman yaqin dan sangat faham bahwa hidup sekali dan sebentar di dunia ini adalah hanya ujian.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
(QS Al Ankabut 2).

Ujian hidup hanya ada dua, musibah dan ni’mat, dua ini Allah gilirkan pada setiap mahklukNya.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dg keburukan dan kebaikan sbg ujian. Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(QS Al Anbiya: 35).

Astagfirullah banyaknya salah sangka bahwa hanya sakit, musibah, kemiskinan itu ujian, padahal sehat, senang, kekayaan itu juga ujian.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku". “Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku".
(QS Al Fajr 15 -16).

Krn itulah Rasulullah menyampaikan umatku banyak lulus ujian musibah daripada ni’mat.

Bagi hamba yg beriman sakit itu rahmat Allah, ampunanNya, terbiyyahNya, derajat disisiNya, doa doa mustajab, tafakkur, membuat tawadhu’, pintu kasih sayang dan shilaturrahm, persiapan mati, juga jalan kenabian nabi Ayyub, bahkan Rasulullah sebelum wafat pun beliau sakit.

Jadi sakit sebenarnya adalah bila sehat bugar tetapi tidak digunakan untuk ibadah, malas sholat, malas tahajjud, malas dhuha, malas baca Alqur’an, malas ke mesjid, sampai berani ma’shiyat, inilah yg disebut “al istidraz” kesannya ni’mat tetapi sebenarnya azab yg tersembunyi yg akan diperlihatkan dan dirasakan kelak, naudzubillah min dzaaliki.

Allahumma ya Allah hiasilah hidup kami dg kesehatan afiyatan di JalanMu hingga wafat husnul khotimah, aamiin.

Ayooo sahabatku khatamkan Akqur’an dg tadabbur.

Sahabatmu yg mencintaimu krn Allah

Penang Malaysia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel