Viral, Suami Gendong Istri Hamil Terjang Banjir di Kabupaten Bandung

Viral, Suami Gendong Istri Hamil Terjang Banjir di Kabupaten Bandung

Sebuah video yang mengabadikan momen seorang suami yang tengah hamil tua menembus genangan banjir di Kampung Bojongasih, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung viral di media sosial sejak Selasa (9/4/2019).

Peristiwa dalam video yang diunggah oleh akun instagram @warung_jurnalis itu ternyata diabadikan oleh Chandra Febriana, salah satu wartawan televisi swasta yang bertugas di wilayah Kabupaten Bandung.

Dalam rekaman video asli yang ditunjukkan Chandra, terlihat jelas bagaimana perjuangan Miftah (29) menggendong istrinya, Suryani, yang tengah dalam kondisi hamil 8 bulan menuju perahu yang ditumpangi Chandra bersama Babinsa setempat.

Air di dalam se-leher, yang dievakuasi mertua, istri sama adik. Iya, istri lagi hamil 8 bulan, mau ngungsi ke Palasari, ke rumah saudara. Tadinya mau kemarin, tapi hujannya besar, dan sayanya juga kerja siang,” ungkap Miftah yang basah kuyup saat diwawancara, Selasa (9/4/2019) lalu.

Chandra pun mengaku tidak menyangka video tersebut bakal viral. Dia pun menceritakan peristiwa tersebut.

Enggak nyangka lah, soalnya pas liputan banjir biasa aja, enggak tahu bakalan ada evakuasi kaya gitu. Saya diajak naik perahu karet sama Serka Emil, Babinsa Desa Dayeuh Kolot. Tiba-tiba ada suara sedikit teriak, pak saya mau ikut ke dalam, mau bawa isteri saya lagi hamil besar, katanya. Saya kira evakuasinya biasa saja, nempel ke rumah, terus warga yang di evakuasinya naik ke perahu,” ucapnya.

Chandra mengaku sempat kaget dan terenyuh ketika melihat Mifah ternyata justru menggendong istrinya menembus banjir setingggi 2 meter.

Ternyata sangat diluar ekspektasi saya, setelah perahu menepi ke tembok salah satu rumah, pak Miftah langsung turun dari perahu dan berenang di tengah air banjir yang waktu itu ketinggiannya hampir dua meter, dan dia masuk ke gang yang sangat sempit, mungkin hanya bisa dilewati pejalan kaki,” ungkapnya.

Tak lama menunggu, kami sedikit terkejut melihat cara pak Miftah mengevakuasi isterinya (Bu Suryani) dengan cara seperti itu (digendong dan menembus banjir),” tambah Chandra.

Setelah dibawa naik ke atas perahu, Suryani, mertuanya, dan adiknya, dievakuasi bersama Miftah ke lokasi yang aman dari banjir.

Sumber: kompas.com

Iklan Atas Artikel

Iklan

Iklan

Iklan