Dipicu Masalah Sepele, Ternyata Ini Alasan Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto

Dipicu Masalah Sepele, Ternyata Ini Alasan Pelaku Pembunuhan Budi Hartanto

Konferensi pers yang digelar oleh pihak kepolisian Polda Jatim terkait kasus pembunuhan yang menewaskan Budi Hartanto, seorang guru honorer yang mayatnya ditemukan tanpa kepala dan terbungkus dalam koper di Blitar menimbulkan sejumlah fakta baru.

Satu di antara fakta yang diungkapkan melalui konferensi pers tersebut adalah alasan kedua tersangka memotong kepala korban sebelum membuangnya ke Blitar.

Ternyata, hal tersebut dilakukan oleh kedua tersangka lantaran pada saat Budi Hartanto sudah diketahui meninggal dunia setelah dibunuh keduanya, tubuh korban tak cukup ketika akan dimasukkan ke dalam koper.

Karena itulah kemudian Aris mencetuskan ide agar memotong saja bagian kepala korban agar tubuh korban dapat masuk ke dalam koper tersebut.

Keterangan tersebut diungkapkan oleh Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiono dalam gelaran konferensi pers yang dilakukan pada Senin (15/4/2019).

"Pada saat yang bersangkutan sudah meninggal, itu mau dimasukkan ke koper ini, namun tidak cukup. Setelah tidak cukup dikeluarkan lagi dari koper, lalu Aris bilang untuk dipotong saja kepalanya," sebut Gupuh, seperti dikutip TribunWow.com dari siaran langsung yang diunggah melalui laman Facebook Tribun Jatim, Senin (15/4/2019).

Koper yang digunakan oleh kedua tersangka diketahui merupakan milik ibu dari tersangka Aris.

Kepada sang ibu, tersangka Aris menyebutkan bahwa koper tersebut dijualnya seharga Rp 600 ribu.

"Koper ini ambil dari rumahnya Aris. Ini milik ibunya, dan kepada ibunya yang bersangkutan mengatakan kopernya dijual," jelasnya.

Dalih yang digunakan korban tersebut kemudian dibuktikan dengan menunjukkan uang sejumlah Rp 600 ribu kepada ibu tersangka.

Namun ternyata uang tersebut adalah milik korban yang pada saat kejadian tengah dibawanya di dalam dompet.

"Itu terbukti dengan korban ini memiliki uang Rp 600 ribu di dompetnya, lalu ditunjukkan uang yang 600 ribu itu bukti menjual koper," ungkapnya kemudian.

Kombes Pol Gupuh kemudian menerangkan bahwa tersangka selama ini memiliki perasaan terhadap korban sehingga beberapa kali melakukan hubungan badan.

"Kalau keterangan yang bersangkutan memang setiap kali berhubungan, dia mengatakan dia sayang kepada korban sehingga dia memberikan apa yang diminta oleh korban. Dia suka sama suka tapi memang ada setiap kali korban minta dikasih," ujar Gupuh menjelaskan.

Awal Pertemuan Korban dan Tersangka

Dalam konferensi pers tersebut, terungkap kisah awal mula pelaku pembunuhan Aris Sugianto (AS) dan korban pertama kali berkenalan.

Aris mengungkapkan kepada pihak kepolisian bahwa antara dirinya dan korban awalnya berkenalan melalui sebuah aplikasi pencari jodoh khusus hubungan sesam jenis (gay) bernama 'H*r**t'.

"Dia berkenalan dengan korban itu melalui aplikasi. Aplikasi kalau enggak salah namanya H*r**t," ungkap Gupuh Setiono, seperti dikutip dari siaran video langsung Facebook Tribun Jatim.

Gupuh kemudian melanjutkan bahwa menurut keterangan tersangka, ia dan korban berkenalan semenjak bulan Juli tahun 2018.

"Kurang lebih hampir setahun," jelasnya.

Dari perkenalan tersangka dan korban itu, kemudian keduanya sudah pernah bertemu dengan korban sebanyak tiga kali.

"Pengakuan tersangka sudah bertemu dengan korban tiga kali, itu di rumahnya," ungkapnya.

Hingga kemudian di pertemuan keempatlah pembunuhan tersebut terjadi.

"Yang terakhir di tempat usahanya di warung itu," lanjut Gupuh kemudian.

Dari hubungan yang dilakukan keduanya, Gupuh menjelaskan bahwa korban selama ini berperan menjadi sosok perempuan dalam hubungan sesama jenis tersebut.

Pelaku Merasa Menyesal

Dalam konferensi pers yang digelar oleh pihak kepolisian tersebut, tersangka Aris mengungkapkan bahwa dirinya merasa menyesal atas apa yang telah ia lakukan terhadap korban.

"Sekali lagi saya sampaikan kepada keluarga korban, saya minta maaf sebesar-besarnya," ucap Aris yang terlihat mengenakan baju khas tahanan berwarna oranye.

"Saya di sini hanya bisa menyesal dan menangis serta mendoakan semoga arwah diampuni dosa-dosanya serta ditempatkan di tempat orang-orang yang beriman," lanjutnya kemudian.

Aris juga mengatakan bahwa dirinya hingga saat ini masih teringat akan korban.

Jasad Korban Pertama Kali Ditemukan

Mayat Budi Hartanto pertama kali ditemukan oleh warga bernama Imam, dikutip dari SuryaMalang.com, Rabu (4/4/2019).

Disebutkan saat itu Imam sedang mencari rumput di pinggir sungai, dan menyadari ada koper tergeletak.

Jarak aliran sungai dengan tanggul sekitar 10 meter.

"Saya dapat laporan dari warga kalau ada penemuan mayat dalam koper di pinggir sungai bawah jembatan. Saya cek ke lokasi benar, lalu saya lapor ke polisi," ujar Kepala Desa Karanggondang, Edy Sucipto, Rabu (3/4/2019).

Diceritakan oleh Edy, saat ia datang hanya ada empat orang, namun seluruhnya tak ada yang berani membuka koper.

Namun mereka yakin terdapat mayat dalam koper tersebut lantaran saat ditemukan terlihat kaki menyembul keluar koper.

"Ada bagian kaki yang terlihat dari luar. Kami tidak berani membuka sebelum polisi datang," ujar Edy.

Seusai polisi mendatangi TKP, kondisi mayat laki-laki itu dalam keadaan tanpa busana di dalam koper.

"Polisi sempat membuka koper, kondisi mayatnya telanjang, jenis kelaminnya laki-laki," katanya.

Edy mengatakan saat ditemukan, posisi mayat dalam keadaan meringkuk ke kiri.

"Hanya ada koper di lokasi, tidak ada barang lainnya. Kalau melihat kondisinya, tubuhnya kecil," ujar Edy.

Selain itu, mayat malang itu juga ditemukan tanpa kepala.

"Posisi tubuhnya meringkuk, tapi saya tidak melihat kepalanya," katanya.

Dia juga sempat melihat siku lengan kanan mayat itu terluka.

Menurutnya, luka di siku lengan kanan mayat itu mirip seperti terkena bacokan.

"Lukanya menganga seperti bekas sayatan," ujarnya.

Saat di lokasi penemuan, beberapa warga juga mengaku tidak melihat kepala pada mayat di dalam koper itu.

Sumber: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel