Zina Ku Berawal Dari Facebook

Zina Ku Berawal Dari Facebook

Yaa Rabb, inilah pengakuanku, aku berzina terang-terangan dalam penglihatan-Mu.

Yaa Allah, dadaku berdetak, tangan dan tubuhku menggeletar, menantikan pengadilan di hadapan-Mu.

Akhirnya malaikat itu datang Membawa catatan amalanku di dunia.

Dibukanya layar, ditampil kan seluruh aktivitas duniaku.

Apa yang kulihat sangat membuatkanku menyesal.

Yaa Rabb, kenapa mulutku tidak dapat berbicara?

Aku dulu selalu melihat wajah tampan laki laki bukan muhrimku dengan mata berbicara lantang.

Lalu terlihat di layar, aku sedang menatap wajah-wajah tampan teman chatting, teman facebook dan semua teman laki lakiku.

Malunya aku Yaa Rabb.

Aku dulu selalu mendengar kalimat mesra dari seorang lelaki yang haram bagiku.

Kali ini telingaku bicara.

Ya sewaktu di dunia aku hanya sibuk bergayut dengan kekasihku, dia memanggil aku ‘sayang’, aku pun sama.

Yaa Rabb, kenapa semua aktivitas ku penuh maksiat?

Kenapa kegiatanku hanya bercinta?

Kenapa hari-hariku hanya disibukkan dengan nafsu syahwat semata?

Layar itu masih memancarkan kegiatan harianku.

Yang paling sering muncul adalah wajah seorang lelaki yang sampai sekarang belum pernah aku temui, walaupun hingga ajalku menjemput.

Aku sedang bertelefon ria dengan dia, dan bersayang-sayangan dengannya.

Lelaki itu, wajahnya sungguh menarik hatiku, dialah salah satu teman facebook.

Komunikasi di facebook berlanjut ke sms, lalu telefon.

Sekedar mengingatkan untuk sarapan dan makan, setelah itu, semakin intim hubungan kami.

Tengah malam selalu menjadi waktu paling menyenangkan bagi kami.

Sayang..aku mencintaimu.”

Yaa Allah, sia-siakah hariku?

Tiap detik aku menghabiskan waktuku hanya untuk menghubungi dia.

Tiap menit aku hanya memikirkannya.

Bahkan pada waktu menghadap-Mu aku tak mengalunkan ayat-ayat-Mu, apa lagi qiamullail.

Rabb, malam itu dia menghubungiku, malam kematianku.

Seperti biasa dia menanyakan kabarku, bertanya tentang aktivitasku, bertanya tentang keluargaku.

Dan hal yang selalu kami lakukan, dia memanggilku ‘sayang’ dan akupun demikian.

Aku sungguh menaruh hati padanya, aku mencintai dia, seorang lelaki yang belum pernah aku temui.

Yaa Allah, aku mengaku salah, aku berpacaran dengannya, walaupun kami tak pernah bertemu.

Aku berzina, lidahku berzina, mengucap sayang padanya tanpa didasari ikatan pernikahan.

Telingaku berzina, mendengarkan pujian sayang dan kalimat mesranya padaku.

Mataku berzina melihat foto-fotonya.

Hatiku berzina karena selalu merindukannya.

Yaa Allah, aku sudah menghadap-Mu dalam su’ul khatimah, ku mohon sadarkan lelaki itu Yaa Allah.

Jangan biarkan dia mati dalam keadaan seperti itu, sadarkan dia Yaa Rabb.

Dari Facebook semuanya berawal.

Allah, aku berzina, sberapa kecil pun aku sudah berzina.

Mataku..Telingaku..Lidahku..Hatiku.

Menetes air mata ini, andai aku dapat kembali ke dunia lagi.

Sumber: CNM




Subscribe to receive free email updates: