Viral Video Banjir Bandang dari Puncak Galunggung, Begini Kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Galunggung

Viral Video Banjir Bandang dari Puncak Galunggung, Begini Kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Galunggung

Dalam dua hari terakhir ini warga Tasikmalaya dihebohkan dengan postingan seorang lelaki dengan latar belakang kawah Gunung Galunggung yang indah.

Yang menjadi heboh adalah di dinding kawah terlihat aliran air mirip air terjun yang belakangan muncul.


Lelaki yang kemudian diketahui sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Fahmi Muzaki, ini dalam video itu menyebut aliran air tiba-tiba muncul dari arah atas dinding kawah.

Dia juga menyebut warga khawatir dengan adanya aliran air masuk kawah, karena khawatir jadi banjir bandang.

Fahmi kemudian meminta aparat berwenang melakukan peninjauan untuk mengetahui penyebab munculnya aliran air tersebut.

Terlihat dari kejauhan, aluran air itu mirip benang-benang putih, sehingga terkesan ada aliran air yang terus-menerus memenuhi kubah kawah.

Sejumlah warga yang ditemui, Jumat (29/3/2019), mengatakan, postingan berdurasi kurang dari satu menit itu muncul di media sosial WA sejak Kamis (28/3/2019) sore.

Awalnya menarik karena memperlihatkan kawah Gunung Galunggung yang eksotik, tapi kemudian diinfokan adanya aliran air masuk kawah.

"Gambarnya bagus. Memperlihatkan kawah Galunggung yang tampak cerah. Tapi ternyata menginformasikan adanya aliran air masuk ke kawah dari arah atas dinding kawah. Ini cukup mengkhawatirkan," kata Solih (45), warga Jalan KHZ Mustofa.

Postingan itu juga masuk di FB dan instagram serta medsos lainnya.

Menanggapi postingan itu, Kepala Pos Pengamatan Gunung Galunggung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Gradita Trihadi, memastikan aliran air yang terlihat di dinding kawah tidak berpotensi menimbulkan bencana.

"Air yang terlihat mengalir di dinding kawah dan kini viral itu, sejak dulu sudah ada. Hanya saja kemarin ada curah hujan tinggi sehingga debitnya bertambah. Tapi tidak berbahaya," kata Gradita, melalui sambungan telepon, Jumat.

Gradita menambahkan, air yang masuk kawah Gunung Galunggung dari dinding kawah, tidak akan memenuhi kawah sebesar apa pun debitnya.

Pasalnya, di kawah sendiri sudah dibangun dua terowongan pembuangan air.

Terowongan itu dibangun pemerintah pusat pasca-meletusnya Gunung Galunggung tahun 1982.

"Air yang masuk ke kawah akan langsung dibuang kembali melalui terowongan yang bermuara ke sungai. Yang perlu diwaspadai justru dinding kawah yang rentan longsor. Karena itu kami meminta wisatawan tidak turun ke bawah (kawah)," ujar Gradita.

Pria yang ada dalam video, Fahmi, yang dihubungi via telepon, mengatakan, ia tak bermaksud bikin heboh soal aliran air tersebut.

Dia hanya memosting untuk kepentingan warga Sukaratu yang mempertanyakan fenomena aliran air tersebut.

"Kalau kata pihak Pos Pengamatan Kawah tidak berbahaya, ya, alhamdulillah. Warga kini bisa tenang," kata Fahmi.

Iklan Atas Artikel

Iklan

Iklan

Iklan