Guru yang Pernah Ditantang Siswanya di Gresik Dapatkan Beberapa Hadiah

Guru yang Pernah Ditantang Siswanya di Gresik Dapatkan Beberapa Hadiah

Kisah Nur Khalim (30), guru SMP PGRI Wringinanom, Gresik, yang pernah ditantang anak didiknya sendiri ketika hendak memperingatkan untuk tidak merokok di dalam kelas, mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Bahkan, ada dari beberapa warga yang kemudian merasa iba dan salut dengan tindakan tersebut, yang lantas memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas tindakan dan kesabaran Nur Khalim dalam menanggapi sikap kurang terpuji siswa berinisial AA kepada dirinya.

"Kemarin itu setahu saya, yang sudah kasih reward kepada Pak Nur Khalim itu di antaranya dari YPLP (Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan) PGRI Jawa Timur, dan dari Pak Kapolres Gresik," ujar Kepala SMP PGRI Wringinanom Rusdi saat dihubungi Kompas.com , Selasa (12/2/2019).

Menurut penuturan Rusdi, semua hadiah tersebut langsung diberikan kepada Nur Khalim secara simbolis, dengan pihak sekolah hanya menyaksikan. 

Reward yang diberikan YPLP dimasukkan dalam sampul, sementara dari Kapolres Gresik berupa bingkisan.

"Mungkin yang dari YPLP itu uang tunai, karena diberikan dengan sampul. Hanya saja, berapa jumlahnya saya tidak tahu sebab langsung diberikan kepada Pak Nur Khalim. Sementara dari Pak Kapolres bingkisan, enggak tahu juga apa isinya," ucap dia.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, bingkisan yang diberikan kepada Nur Khalim adalah seperangkat alat shalat lantaran Nur Khalim juga merupakan salah seorang muadzin di mushala yang ada di tempat tinggalnya di Desa Pasinan Lemahputih, Kecamatan Wringinanom, Gresik.

Selain itu, hadiah lain juga diperoleh Nur Khalim dari salah seorang anggota DPD RI, Ahmad Nawardi.

Bahkan, Nawardi langsung menyerahkan hadiah berupa sepeda gunung secara simbolis ke rumah Nur Khalim.

"Untuk dari sekolah sendiri, reward sementara belum ada. Kami hanya mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan kebaikan Pak Nur Khalim selama ini," kata dia.

Nur Khalim, seusai proses mediasi berlangsung, "mendadak" irit bicara kepada awak media. 

Ia pun kerap tidak menjawab pertanyaan jurnalis dengan alasan capek sering ditanya dan sudah menerima kejadian yang menimpanya dengan ikhlas serta tak ingin masalah diperpanjang.

Sumber: kompas.com




Subscribe to receive free email updates: