Seorang Wanita Masuk Neraka Hanya Kerena Seekor Kucing

Seorang Wanita Masuk Neraka Hanya Kerena Seekor Kucing

Islam telah mengajarkan kepada manusia yang berakal bahwa kebaikan mereka terletak pada keridhaan Allah SWT, sedangkan keburukan mereka terletak pada kemurkaan-Nya.

Keridhaan Allah diperoleh dengan mengabdikan diri kepada-Nya. Di samping itu, keridhaan & kemurkaan Allah, terletak pada interaksi mereka dengan semua makhluk secara umum. 

Sikap ihsan kepada Allah tidak akan terwujud, kecuali dengan berbuat baik kepada setiap makhluk-Nya.

Termasuk juga seekor Kucing.

Hati yang keras dan tabiat yang buruk bisa menjerumuskan pemiliknya ke dalam Neraka. 

Hal itu karena, ia kosong dari kasih sayang yang membuatnya tidak peduli terhadap apa yang dia lakukan kepada orang lain. Maka ia membunuh, memukul dan merusak, maupun menyiksa. 

Dengan itu, mereka mencelakakan diri mereka disebabkan oleh apa yang mereka lakukan kepada orang lain. 

Di antara mereka ada seorang wanita yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. 

Dia mengurung seekor kucing sampai ia mati kelaparan, dan kehausan. Karena perbuatan itu dia pun masuk Neraka.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, bersabda :

ﺩَﺧَﻠَﺖِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٌ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻓِﻲ ﻫِﺮَّﺓٍ ﺭَﺑَﻄَﺘْﻬَﺎ ﻓَﻼَ ﻫِﻲَ ﺃَﻃْﻌَﻤَﺘْﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﻫِﻲَ ﺃَﺭْﺳَﻠَﺘْﻬَﺎ ﺗَﺄْﻛُﻞُ ﻣِﻦْ ﺧَﺸَﺎﺵِ ﺍْﻷَﺭْﺽِ ﺣَﺘَّﻰ ﻣَﺎﺗَﺖْ ﻫَﺰْﻻً

Artinya : “Seorang wanita masuk Neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Dia tidak memberinya makan, dan dia tidak membiarkannya memakan serangga bumi, sehingga mati kelaparan.(Muttafaq 'Alaih).

Kemudian, Allah memasukkan wanita tersebut ke dalam neraka karena telah menyakiti, dan menyiksa makhluk Allah, dan tidak melaksanakan perintah Allah berupa berbuat baik kepada setiap makhluk-Nya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

ﺇﻥَّ ﺍﻟﻠﻪ ﻛَﺘَﺐَ ﺍﻹﺣﺴّﺎﻥَ ﻋﻠﻰ ﻛُﻞِّ ﺷﻲﺀٍ، ﻓﺈﺫَﺍ ﻗَﺘَﻠْﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺍﻟﻘِﺘْﻠَﺔ ، ﻭﺇﺫﺍ ﺫَﺑَﺤْﺘُﻢ ﻓَﺄَﺣْﺴِﻨُﻮﺍ ﺍﻟﺬِّﺑْﺤَﺔَ ، 
ﻭﻟﻴُﺤِﺪَّ ﺃﺣﺪُﻛُﻢْ ﺷَﻔْﺮَﺗَﻪُ ، ﻭﻟْﻴُﺮِﺡْ ﺫَﺑِﻴﺤَﺘَﻪُ

Artinya : "Sesungguhnya Allah telah
menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian menyembelih berlakulah baik dalam hal itu juga, hendaklah kalian menajamkan pisaunya, dan menyenangkan atas hewan sembelihan kalian." (HR. Muslim).

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menyampaikan kepada kita bahwa kita dapat meraih pahala dengan berbuat baik kepada binatang, ataupun siapa saja. Jika dia enggan memberinya makan (hewan peliharaan) yang menjaganya, maka dia harus melepasnya, dan membiarkannya bebas di bumi Allah yang luas. Ia pasti mendapatkan makanan yang bisa menjaga hidupnya. 

Lebih-lebih, Allah telah menyediakan rizki bagi kucing tersebut dari sisa-sisa makanan orang, begitu pula dengan serangga yang telah ditangkap-Nya.

Pelajaran-pelajaran, dan faedah-faedah hadits di atas :

1.) Besarnya dosa orang-orang yang menyiksa binatang, dan menyakiti-Nya dengan memukul, dan membunuh. 

Wanita ini masuk Neraka, karena dia menjadi sebab kematian seekor kucing.

2.) Boleh menahan binatang seperti kucing, burung, dan sebagainya, jika ia diberi makan, dan minum. 

Jika tidak mampu, atau tidak mau, maka hendaknya melepaskannya, dan membiarkannya pergi di bumi Allah yang luas untuk mencari rizkinya/makanan nya sendiri.

3.) Di akhirat, manusia di adzab sesuai dengan perbuatannya di dunia. 

Wanita ini diserang oleh seekor kucing di neraka dengan mencakari tubuhnya, karena telah menyiksa nya, menyakiti, ataupun membunuh-Nya.

Referensi : Shohih Al-Qoshosh, karya DR. Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqor Dosen Fakultas Syari’ah Universitas Yordania.

Sumber : dewanggaislamic



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">