Peringatan Bagi yang Sudah Berumur 40 Tahun

Peringatan Bagi yang Sudah Berumur 40 Tahun

Bagi yang telah berumur 40 tahun atau lebih, hendaklah waspada dan makin sering beramal shalih.

Bertaubat dan menyesali dosanya, serta segera beribadah lebih khusuk karena mungkin tidak lama lagi akan meninggalkan dunia ini. 

"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai 40 tahun ia berdoa

ROBBI AWZI’NII AN ASYKURO NI’MATAKALLATII AN ‘AMTA ‘ALAYYA. WA ‘ALAA WAALIDAYYA WA AN A’MALA SHOOLIHAN TARDHOOHU, WA ASHLIH LII FII DZURRIYATII

(Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.(QS. Al-Ahqaf: 15)

Umur 40 tahun adalah peringatan bahwa kita sudah tidak lagi muda apalagi umat Rasulullah hanya berkisar 60 sampai 70 tahun saja.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: "Umur umatku antara 60 hingga 70 dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.(HR. Tirmidzi, no. 3550; Ibnu Majah, no. 4236)

Di hari tua, sangat sulit untuk beramal, berjalan tertatih-tatih dan tidak sempat ke masjid.Berpuasa tidak sanggup lagi.Maka gunakanlah masa muda sebaik-baiknya.

"Bukankah Kami telah memanjangkan umurmu?Untuk dapat berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir dan apakah tidak datang kepadamu seorang pemberi peringatan?(Qs. Fatir 37)

Jika seseorang memasuki usia senja, maka kekuatannya berkurang, dan makin lemah bahkan menjadi beban orang lain.

"Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya,niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadiannya,maka mengapa mereka tidak mengerti?(Qs.Yaasin 68)

Anas bin Malik berkata, Rasulullah biasa meminta perlindungan dengan do’a

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ

ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL KASL WA A’UDZU BIKA MINAL JUBN, WA A’UDZU BIKA MINAL HAROM, WA A’UDZU BIKA MINAL BUKHL”

(Artinya: Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari rasa malas, aku meminta perlindungan pada-Mu dari lemahnya hati, aku meminta perlindungan pada-Mu dari usia tua (yang sulit untuk beramal) dan aku meminta perlindungan pada-Mu dari sifat kikir atau pelit).(HR. Bukhari, no. 6371)

Ada empat hal yang diminta dilindungi dalam doa di atas:

1- Sifat al-kasal yaitu tidak ada atau kurangnya dorongan (motivasi) untuk melakukan kebaikan padahal dalam keadaan mampu untuk melakukan.

2- Sifat al-jubn artinya berlindung dari rasa takut (lawan dari berani), yaitu berlindung dari sifat takut untuk berperang atau tidak berani untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. Juga do’a ini bisa berarti meminta perlindungan dari hati yang lemah.

3- Sifat al-harom, artinya berlindung dari kembali pada kejelekan umur (di masa tua). Karena pada masa tua, pikiran sudah mulai kacau, kecerdasan dan pemahaman semakin berkurang, dan tidak mampu melakukan banyak ketaatan.

4- Sifat al-bukhl artinya berlindung dari sifat pelit  sehingga memotivasinya untuk rajin berinfak (yang wajib atau yang sunnah), bersikap dermawan dan berakhlak mulia. (Lihat Syarh Shahih Muslim, 17:28-30)

Sumber: rumaysho.com



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">