Mencintaimu dalam Diam

Mencintaimu dalam Diam

Saat ku jatuh cinta, Tak akan ku berucap. Tak akan ku berkata. Namun ku hanya akan diam.

Saat ku mencintai, Takkan pernah
ku menyatakan. Tak akan ku luahkan.

Yang ku lakukan hanyalah diam.

Sahabatku.

Saat kau mencintai seseorang, maka cintailah ia Dalam hening.

Dalam diam, tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari, namun juga, jangan kau sikapi dengan berlebihan.

Jangan kau leraikan rasamu itu.

Dan, percayalah pada Takdir,  Allah telah mengatur apa yang terbaik untuk kita.

Jadi, apa yang kau risaukan?

Biarkan Allah yang mengaturnya, Dan yakinlah didalam kekuasaan-Nya semua akan baik-baik saja.

Cobalah renungkan.

Dia yang kau cintai, belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu.

Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam, Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?

Sahabatku, kita tak tahu dan tak akan pernah tahu, hingga saatnya tiba.

Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika semua rasa telah kau luahkan, Namun ternyata kelak bukan kau yang dia pilih untuk mendampingi hidupnya? 

Dan sadarilah duhai sahabat, fitrah kita wanita adalah pemalu, Dan kita indah karena sifat malu yang ada pada diri kita.

Lalu, masihkah kau tampak menawan jika rasa malu itu telah di nafikan? Masihkah kau tampak bijak jika malu itu telah kau singkap.

Duhai gadis, jadikan malu sebagai bentengmu, maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan Dan dalam jeruji kesetiaan.

Maka cintailah dalam hening, agar jika memang bukan dia yang ditakdirkan untukmu.

Maka cukuplah Allah dan kau yang tahu segala rasamu, agar kesucianmu tetap terjaga, agar keanggunanmu tetap terbias.

Sahabatku, yang kau perlukan hanya waktu, sabar dan percaya.

Maka, peganglah kendali hatimu, lalu arahkan pada-Nya.

Dan cintailah dalam diam, dalam hening, itu jauh lebih indah, jauh lebih suci. Insya Allah.





Subscribe to receive free email updates: