Bermodal Pinjaman 150.000 Ida Ayu Siswi SMK di Kroya Mulai Jualan Cilok Sambil Sekolah

Bermodal Pinjaman 150.000 Ida Ayu Siswi SMK di Kroya Mulai Jualan Cilok Sambil Sekolah
Ida Ayu mendagangkan ciloknya kepada teman-teman sekolahnya di SMK Bhakti Karya , Karanganyar. / foto: solo.tribunnews.com

‘Cilok cilok, tebal rasa, Ayo move on.’

Kata-kata tersebut tertera di dua kotak yang terpasang pada bagian belakang sepeda ontel milik Ida Ayu Riski Susilowati , siswa SMK Bhakti Karya , Karanganyar, Jawa Tengah.

Ida Ayu telah menginspirasi warganet lantaran dia menjual makanan ringan cilok menggunakan sepeda ontelnya.

Sepeda ini saya pinjam dari saudara saya,” kata Ida Ayu kepada TribunSolo.com dan awak media lainnya, Selasa (23/10/2018).

Ida Ayu mendagangkan ciloknya kepada teman-teman sekolahnya di SMK Bhakti Karya , Karanganyar.

Bagi Ida Ayu, apa yang dilakukannya semata karena ingin hidup mandiri.

Pekerjaan ini sudah dilakukannya selama setahun belakangan.

Ibunya saat ini tengah mencari nafkah di Bekasi, Jawa Barat.

Sementara sang Ayah telah meninggal dunia dua tahun lalu.

Di tengah keterbatasan ini, Ida Ayu tidak memilih putus asa.

Saya meminjam uang Rp150.000 dari saudara untuk sebagai modal untuk berjualan,” katanya.

Tapi utang tersebut sudah lunas,” tambahnya.

Satu pentol cilok dijual seharga Rp500.

Dalam sehari, Ida Ayu bisa mengantongi rata-rata Rp30 ribu.

Hasil dari jualan cilok dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan seorang adiknya. 

Artikel ini sudah tayang di solo.tribunnews.com dengan judul Sekolah Sembari Jualan Cilok, Ida Ayu Mengaku Meminjam Uang 150 Ribu untuk Modal Usahanya




Subscribe to receive free email updates: