Sering di Buang, Padahal Ini Manfaat Spektakuler Air Bekas Cucian Beras

Sering di Buang, Padahal Ini Manfaat Spektakuler Air Bekas Cucian Beras

Kemana berakhirnya air cucian berasa Anda di rumah? Beberapa orang menggunakannya untuk menyiram tanah karena dipercaya membuat tanaman jadi tambah subuh.

Tapi, lebih banyak lagi yang membuangnya begitu saja.

Padahal, tanpa kita sadari, air cucian beras punya manfaat yang spekatakuler yang mungkin bisa membuat kita jadi tidak rela untuk membuangnya. Penasaran?

Berikut penjelasannya.

1. Menghilangkan Aroma Jengkol

Tidak semua orang suka dengan jengkol karena aromanya yang menggangu.

Nah, coba deh manfaatkan air cucian beras Anda untuk mengurangi baunya.

Manfaat Spektakuler Air Cucian Beras Ini Bikin Kita Tidak Rela Membuangnya ()

Caranya mudah, rendam jengkol semalaman dalam air cucian beras yang pertama.

Besoknya jengkol sudah bisa kita olah.

Kalau ingin aromanya semakin menghilang, ganti air rendaman berkali-kali.

Jadinya, mugkin jengkol baru bisa dikonsumsi dalam beberapa hari.

2. Mengurangi Rasa Getir Lobak
Semakin tua lobak, maka rasa getir atau pahitnya akan makin terasa.

Memang sih tidak sepahit pare atau daun singkong, tapi tetap saja rasanya membuat sebagian orang jadi terganggu.

Tetapi ada cara mudah menghilangkan rasa pahitnya.

Rendam saja lobak di dalam air beras selama 3 menit.

Manfaat Spektakuler Air Cucian Beras Ini Bikin Kita Tidak Rela Membuangnya ()

Bilas dengan air biasa.

Lobak pun terbebas dari rasa pahit.

3. Memutihkan Kolang Kaling

Kadang, kolang kaling berwarna agak kekuningan.

Tentu, kalau sudah begini tampilannya jadi kurang cantik.

Untuk mengatasinya, rendam dulu kolang kaling dalam air cucian beras selama 1 jam.

Setelah itu, kolang kaling putuh pun siap diolah.

Jadi, sudah tahu kan kalau air cucian beras pun punya segudang kegunaan?

Yuk, rasakan manfaatnya untuk membuat masakan buatan rumah jadi makin sedap.

Sumber: grid.id



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">