Masya Allah, Masjid Ini Tetap Berdiri Utuh di Laut Pasca di Terjang Tsunami

Masya Allah, Masjid Ini Tetap Berdiri Utuh di Laut Pasca di Terjang Tsunami

Gempa berkekuatan 7,7 Skala Richter yang mengguncang palu terasa begitu dahsyat, efek dari gempa ini memicu terjadinya gelombang tsunami, banyak korban jiwa, banyak pula bangunan yang luluh lantak akibat gempa dan tsunami ini.

Namun salah satu masjid terlihat masih utuh berdiri setelah di guncang gempa dan di terjang tsunami, berikut beritanya yang kami kutip dari pojoksatu.id

Masjid Apung Palu atau Masjid Arkam Bab Al Rahman tak luput dari tsunami yang terjadi pada Jumat sore, 28 September 2018. Akibatnya, masjid tersbut masuk ke dalam laut.

Kendati demikian, masjid yang menjadi salah satu destinasi wisata di Palu tersebut tetap berdiri utuh.

Namun tiang masjid sudah tak terlihat. Hanya setengah bangunan yang masih tampak. Setengahnya lagi tenggelam di laut.

Selain itu, jalan di atas laut yang menghubungkan masjid dengan dataran juga sudah tak terlihat. Jalan tersebut dihempas tsunami dahsyat.

Sampai saat ini belum diketahui apakah ada jamaah yang tengah melaksanakan salat di masjid tersebut saat tsunami terjadi.

Sebelum tsunami, masjid Apung Palu ini menjadi spot objek menarik untuk dikunjungi di Kota Palu. 

Pada malam hari terlihat lebih indah dengan lampu 7 warna yang bersinar pada kubahnya secara bergantian.

Masjid yang berada di Jalan Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat dibangun oleh pengusaha pom bensin bernama Muhammad Hasan Bajamal.

Pembangunan masjid itu didedikasikan untuk mengenang jasa almarhum Syekh Abdullah Raqi alias Datuk Karama. Dia adalah seorang penyebar agama Islam di Sulawesi Tengah pada abad ke-17 yang berasal dari Sumatera Barat.

Masjid Apung Palu mulai dibangun pada Januari 2011 dan selesai pada Desember tahun yang sama.

Masjid ini berdiri di perairan Teluk Palu yang bergaris pantai 43 kilometer dengan luas perairan 10.066 hektare. 

Pilar-pilar fondasinya tertancap di kedalaman 10 meter. Sekitar 25 pilar penyangga bangunan masjid kelihatan saat laut surut.

Bangunan masjid tampak begitu anggun dalam balutan warna krem yang dominan, berpadu dengan warna hijau dan emas di seluruh bangunan.

Keunikan lain, lantai Masjid Arqam menggunakan keramik asli dari India. Empat kubah kecil dan satu kubah besar memancarkan tujuh warna yang bergantian tiap detik: merah, jingga, hijau, ungu, biru, merah jambu, dan putih.

Keunikan-keunikan itu mengundang banyak orang dan wisatawan datang ke sana. 

Luas Masjid Arqam sekitar 120 meter persegi dan mampu menampung jamaah sekitar 200 orang.

Sumber: pojoksatu.id



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">