Kisah Rasulullah SAW Melilit Perutnya dengan Kain dan Batu-Batu Kerikil Karena Menahan Lapar

Kisah Rasulullah SAW Melilit Perutnya dengan Kain dan Batu-Batu Kerikil Karena Menahan Lapar

Rasulullah SAW itu sederhana. Beliau dan para sahabatnya selalu hidup dalam keterbatasan. Rasulullah SAW kalau tidur beralaskan tikar dan rumahnya sangat sederhana.

Kalau ada pakaian yang sobek atau koyak, Rasulullah SAW sendiri yang menambalnya, tidak menyuruh istrinya.

Rasulullah SAW memerah sendiri susu kambing untuk keperluan keluarga maupun untuk dijual.

Setiap pulang ke rumah, bila tiada masakan, sambil tersenyum Rasulullah SAW menyingsingkan lengan bajunya untuk membantu istrinya di dapur.

Jika mendengar adzan, Rasulullah SAW cepat-cepat berangkat ke masjid dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai shalat.

Rasulullah SAW pulang waktu pagi, dan amat lapar. Namun dilihatnya tiada apa pun untuk sarapan, maka beliau puasa hari itu, tanpa rasa kesal.

Rasulullah SAW tidak pernah minta makan kepada istrinya. Jika istrinya menghidangkan makanan, beliau pun makan.

Pernah suatu ketika, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bersama para sahabatnya, para sahabat melihat gerakan Baginda Nabi SAW antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali.

Dan mereka mendengar bunyi menggerutuk, seolah-olah sendi-sendi pada tubuh manusia yang paling mulia itu bergeser.

Usai shalat, Sayidina Umar bin Khatab yang tidak tahan melihat keadaan Rasulullah SAW, langsung bertanya:

Sayidina Umar bin Khatab: ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah engkau menanggung penderitaan yang amat berat. Sakitkah Ya Rasulullah?

Rasulullah SAW: “Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar,” jawab beliau dengan wajah yang senantiasa tersenyum.

Ya Rasulullah, mengapa setiap kali engkau menggerakan tubuh kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh engkau, Ya Rasulullah?” Kami kuatir, engkau sedang sakit, Ya Rasulullah” Sayidina Umar bin Khatab mendesak, cemas.

Akhirnya Rasulullah SAW mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut.

Perut Rasulullah SAW yang kempis, kelihatan dililit sehelai kain yang berisi batu-batu kerikil, untuk menahan rasa lapar.

Ternyata batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Nabi SAW bergerak.

Ya Rasulullah, apakah bila engkau mengatakan lapar dan tidak punya makanan kami tidak akan mendapatkannya buat engkau, Ya Rasulullah?

Lalu Baginda Nabi SAW menjawab dengan lembut: “Tidak, para sahabatku. Aku tahu, apapun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Namun apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah kelak bahwa aku, sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?

Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah SWT buatku

agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih lebih lagi tiada yang kelaparan di akhirat kelak.

Sumber: myfitriblog



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">