Inilah Sosok Imam yang Tetap Melanjutkan Shalat Saat Gempa

Inilah Sosok Imam yang Tetap Melanjutkan Shalat Saat Gempa

Sebuah video yang merekam siaran langsung salat jemaah di Musholla As-Syuhada Bali menjadi viral di media sosial.

Saat terjadinya gempa di Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Minggu (5/8/2018) malam, tempat ibadah ini tengah mengelar siaran langsung via fitur Live Facebook.

Dalam video yang diunggah akun Facebook Musholla As-Syuhada Blk itu merekam detik-detik terjadinya gempa hingga guncangan usai.

Awalnya salat jemaah di mushola itu berjalan khitmad pada rekaat pertama.

Namun pada di tengah-tengah rekaat kedua guncangan gempa mulai dirasakan para jemaah mushola tersebut.

Tak terkecuali sang imam yang sedang memimpin jalannya salat jemaah.

Kepanikan jemaah mulai terlihat ketika video memasuki menit kelima.

Seorang jemaah yang berdiri tepat di belakang imam mulai merasakan adanya guncangan kuat.

Tak lama kemudian beberapa jemaah memilih meninggalkan tempat salat dan berhamburan ke luar masjid.

Sedangkan dua makmum dan imam salat masih terlihat melanjutkan salat dalam video.

Sang imam terus melantunkan bacaan ayat suci dalam salatnya.

Imam itu berusaha tetap berada di tempat salatnya meski tubuhnya terus diguncang.

Ia berusaha melanjutkan salat dengan menyandarkan tangannya ke dinding hingga rakaat selesai.

Setelah guncangan gempa usai para jemaah kembali ke shaf masing-masing.

Tangan kirinya disandarkan ke tembok untuk menopang tubuhnya agar tetap berdiri dalam salat. Mulutnya terus mengucapkan ayat-ayat Allah dengan suara yang parau.

Ia terus menerus membaca Ayat Kursi.

" Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum. Laa ta’khudzuhuu sinatuw wa laa nauum (Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur)."

Sejak diunggah video ini banyak mencuri perhatian netizen di dunia maya.

Netizen banyak memuji sikap imam dan jemaah yang tetap melanjutkan ibadah kepada Tuhan di tengah guncangan gempa.

Banyak yang penasaran dengan sosok imam tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, imam tersebut bernama Syekh Arafat Mahnabi Al Yamani.

Arafat bukanlah imam tetap di masjid yang terdapat di Jl Imam Bonjol Denpasar Bali itu.

Menurut keterangan jamaahnya, Arafat kadang datang dan pergi.

Bacaan Al Quran-nya yang fasih dan kedalaman ilmu agamanya menjadikan warga mempercainya sebagai imam setiap kali ia datang ke masjid itu.

Arafat juga menolak dipublikasikan lebih karena takut riya.

Sebelumnya juga diberitakan sebuah video yang merekam detik-detik terjadinya gempa di sebuah Masjid Agung Bali beredar luas di media sosial. Jemaah berhasil menyelamatkan diri sebelum atap bangunan runtuh.

Dalam video memperlihatkan suasana Masjid Agung Bangli, Bali ketika salat berjemaah berlangsung.

Awalnya jemaah tampak khusyuk menjalankan salat.

Kemudian seorang jemaah terlihat mulai panik ketika goncangan gempa mulai terasa di dalam masjid.

Tak lama kemudian seorang jemaah lari meninggalkan barisan salat atau shaf.

Hal itu kemudian diikuti jemaah lainnya yang mulai mendengar suara gemuruh dari atap masjid.

Semua jemaah akhirnya berhamburan untuk menyelamatkan diri.

Tak lama berselang dari arah atas jatuh reruntuhan bangunan diduga plafon.

Beruntung seorang pria paruh baya yang sempat tertinggal berhasil diselamatkan.

Pria paruh baya itu berhasil dituntun seorang jemaah lainnya sebelum atap ruboh.

Video itu beredar luas setelah diunggah akun Instagram Punapibali pada Minggu (5/8/2018).

" NYARIS TERTIMPA. Detik-detik para jemaah berlari menyelamatkan diri saat gempa terjadi. Lokasi : Masjid Agung Bangli, Bali. Video kiriman @_yogapratama. " tulis keterangan video tersebut.

Diketahui, Lombok kembali diguncang gempa, Minggu (5/8/2018).

Gempa terjadi pada Minggu malam atau tepatnya pukul 18:46:35 WIB.

Gempa yang mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat itu berkekuatan 7,0 skala richter (SR).

Titik gempa berada di 8.37 Lintang Selatan - 116.48 Bujur Timut.

Titik gempa tepat berada pada 18 kilometer barat laut Lombok Timur, NTB.

Gempa terjadi berada pada kedalaman 15 kilometer yang berpotensi tsunami.

Sumber: tribunnews.com




Subscribe to receive free email updates: