Begini 5 Cara Menyelamatkan Rambut dari Kebotakan

Begini 5 Cara Menyelamatkan Rambut dari Kebotakan

Kebotakan adalah salah satu masalah yang kerap dialami pria. Bukan hanya pria paru baya yang menghadapi masalah ini. Bahkan, sekitar dua pertiga pria disebut mulai kehilangan rambut pada pertengahan 30-an.

Ketika tanda-tanda kebotakan mulai muncul, misalnya rambut rontok dan garis rambut di bagian depan kepala mulai mundur, sebagian orang memilih untuk mencukur, sisanya berusaha memerbaiki dengan mencari perawatan untuk menghambat kebotakan.

Meskipun tak ada ramuan ajaib yang bisa langsung menumbuhkan kembali rambut, Dr Melissa Piliang, M.D., ahli rambut rontok di Cleveland Clinic mengatakan, setidaknya ada lima hal yang masih bisa dilakukan untuk mempertahankan rambut.

1. Meditasi dan Latihan

Salah satu penyebab kehilangan banyak rambut adalah stres berkepanjangan. Sebab, stres menempatkan folikel rambut di tahap istirahat, sehingga membuatnya tidak tumbuh lagi.

Piliang menjelaskan, stres juga membanjiri tubuh dengan hormon kortisol, di mana menyebabkan kadar hormon lain berfluktuasi.

Kondisi ini bisa mempercepat proses kebotakan, terutama jika ada faktor genetis.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengelola stres adalah meditasi.

Cara ini dianggap mudah, karena meditasi dapat dilakukan cuma-cuma dan hanya butuh beberapa menit per hari.

Jika Anda memilih yang lebih berat daripada meditasi, bisa pergi ke gym.

Sebuah studi tahun 2015 di PLOS One menemukan, pria paruh baya dengan tingkat kebugaran yang tinggi mengeluarkan kortisol 42 persen lebih sedikit.

2. Minoxidil (Rogaine)

Obat yang mengandung zat aktif Rogaine tidak akan mengembalikan rambut yang hilang, namun dapat membantu mempertahankan yang tersisa.

Obat topikal yang disetujui FDA ini meningkatkan aliran darah dan memberikan lebih banyak oksigen dan nutrisi ke folikel rambut.

Rogaine cair dapat menyebabkan iritasi dan meninggalkan lapisan berminyak pada rambut, karena itu Pilian menyarankan untuk memilih dengan busa 5 persen.

Gosokkan ke kulit kepala di pagi dan malam hari untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Bonusnya, berbeda dengan obat oral finasteride (obat lain yang disetujui FDA, dijual sebagai Propecia), minoxidil tidak menyebabkan disfungsi ereksi atau penurunan libido.

3. Laser

Selain minoxidil dan finasteride, perangkat laser merupakan satu-satunya perawatan rambut rontok lainnya yang disetujui oleh FDA dalam beberapa tahun terakhir.

Perangkat yang menggunakan tingkat cahaya rendah ini dijual dalam bentuk tongkat atau helm mulai dari 200 dollar AS hingga hampir 900 dollar AS.

Dalam sebuah penelitian besar yang dipublikasikan pada tahun 2014 dalam American Journal of Clinical Dermatology, pria yang merangsang kulit kepala mereka tiga kali seminggu dengan laser mengalami peningkatan kepadatan rambut setelah 26 pekan.

Namun perlu dicatat, sebagian besar penelitian tentang perangkat laser dibayar oleh produsen produk, sehingga bisa jadi bias.

Sebuah ulasan independen yang dipublikasikan dalam Journal of Dermatological Treatment pada tahun 2014 menentukan, produk ini semi eksperimental dan tidak terbukti berfungsi.

4. Ketoconazole Shampoo

Ganti sampo standar saat ini dengan label yang mengandung satu persen ketoconazole.

Kandungan ini biasanya dipasarkan sebagai bahan anti-ketombe, tetapi ada penelitian yang menunjukkan, ketoconazole adalah anti-androgen," kata Piliang.

Anti-androgen berfungsi memblokir konversi testosteron menjadi dihidrotestosteron, hormon yang mengecilkan folikel rambut.

Oleskan sampo ke kulit kepala, kemudian tunggu dua hingga tiga menit, dan bilas.

5. Vitamin D

Beberapa kasus kerontokan rambut terkait rendahnya tingkat vitamin D.

Sebuah studi British Journal of Dermatology melaporkan, orang-orang dengan alopecia areata, gangguan autoimun yang menyebabkan kerontokan rambut, tiga kali lebih mungkin mengalami kekurangan D.

Padahal vitamin D membantu rambut mengatur ulang fase pertumbuhannya,” jelas Piliang.

Sebagai solusi, asuplah makanan kaya vitamin D seperti ikan salmon, tuna, susu, dan jus jeruk.

Nah, tapi jangan coba-coba menjemur kepala di bawah sinar matahari untuk sekadar meningkatkan produksi vitamin D, karena justru bisa menjadi masalah lain.

Para pria harus berhati-hati tentang paparan sinar matahari pada kulit kepala yang botak, karena itu adalah lokasi umum untuk kanker kulit,” kata Piliang.

Sumber: kompas.com



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">