Umat Islam Harus Tau, Inilah 9 Waktu Yang di Anjurkan Untuk Membaca Surat Al Ikhlas

Umat Islam Harus Tau, Inilah 9 Waktu Yang di Anjurkan Untuk Membaca Surat Al Ikhlas

Surat Al Ikhlas adalah salah satu diantara Surat-surat didalam Al Quran yang memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi yang membacanya. Dan berikut ini adalah waktu-waktu yang dianjurkan membaca surat Al Ikhlas yang kami kutip dari situs rumaysho.com

Semoga kita bisa mendapatkan keberkahan dengan mengamalkannya.

Pertama: waktu pagi dan sore hari.

Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash bersama dengan maw’idzatain (surat Al Falaq dan surat An Naas) masing-masing sebanyak tiga kali. Keutamaan yang diperoleh adalah: akan dijaga dari segala sesuatu (segala keburukan).

Dari Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya ia berkata,

ﺧَﺮَﺟْﻨَﺎ ﻓِﻰ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﻣَﻄَﺮٍ ﻭَﻇُﻠْﻤَﺔٍ ﺷَﺪِﻳﺪَﺓٍ ﻧَﻄْﻠُﺐُ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻟِﻴُﺼَﻠِّﻰَ ﻟَﻨَﺎ ﻓَﺄَﺩْﺭَﻛْﻨَﺎﻩُ ﻓَﻘَﺎﻝَ ‏« ﺃَﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢْ ‏» . ﻓَﻠَﻢْ ﺃَﻗُﻞْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻓَﻘَﺎﻝَ ‏« ﻗُﻞْ ‏» . ﻓَﻠَﻢْ ﺃَﻗُﻞْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻗُﻞْ ‏» . ﻓَﻠَﻢْ ﺃَﻗُﻞْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻗُﻞْ ‏» . ﻓَﻘُﻠْﺖُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺃَﻗُﻮﻝُ ﻗَﺎﻝَ ‏« ‏( ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ‏) ﻭَﺍﻟْﻤُﻌَﻮِّﺫَﺗَﻴْﻦِ ﺣِﻴﻦَ ﺗُﻤْﺴِﻰ ﻭَﺣِﻴﻦَ ﺗُﺼْﺒِﺢُ ﺛَﻼَﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ ﺗَﻜْﻔِﻴﻚَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ‏»

Pada malam hujan lagi gelap gulita kami keluar mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat bersama kami, lalu kami menemukannya. Beliau bersabda, “ Apakah kalian telah shalat?” Namun sedikitpun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah “. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Beliau bersabda, “Katakanlah “. Namun sedikit pun aku tidak berkata-kata. Kemudian beliau bersabda, “Katakanlah“. Hingga aku berkata, “ Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan? ” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Katakanlah (bacalah surat) QUL HUWALLAHU AHAD DAN QUL A’UDZU BIRABBINNAAS DAN QUL A’UDZU BIRABBIL FALAQ ketika sore dan pagi sebanyak tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akn mencukupkanmu (menjagamu) dari segala keburukan. (HR. Abu Daud no. 5082 dan An Nasai no. 5428. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan )

Kedua: sebelum tidur.

Pada waktu ini, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan, lalu keduanya ditiup, lalu dibacakanlah tiga surat ini. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti tadi diulang sebanyak tiga kali.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻛَﺎﻥَ ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻭَﻯ ﺇِﻟَﻰ ﻓِﺮَﺍﺷِﻪِ ﻛُﻞَّ ﻟَﻴْﻠَﺔٍ ﺟَﻤَﻊَ ﻛَﻔَّﻴْﻪِ ﺛُﻢَّ ﻧَﻔَﺚَ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻓَﻘَﺮَﺃَ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ‏( ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ‏) ﻭَ ‏( ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟْﻔَﻠَﻖِ ‏) ﻭَ ‏( ﻗُﻞْ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﺮَﺏِّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ‏) ﺛُﻢَّ ﻳَﻤْﺴَﺢُ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﺎﻉَ ﻣِﻦْ ﺟَﺴَﺪِﻩِ ﻳَﺒْﺪَﺃُ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺃْﺳِﻪِ ﻭَﻭَﺟْﻬِﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻗْﺒَﻞَ ﻣِﻦْ ﺟَﺴَﺪِﻩِ ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﺫَﻟِﻚَ ﺛَﻼَﺙَ ﻣَﺮَّﺍﺕٍ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.(HR. Bukhari no. 5017)

Ketiga: ketika ingin meruqyah (membaca do’a dan wirid untuk penyembuhan ketika sakit).

Bukhari membawakan bab dalam shohihnya ‘Meniupkan bacaan ketika ruqyah’. Lalu dibawakanlah hadits serupa di atas dan dengan cara seperti dijelaskan dalam point kedua.

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ – ﺭﺿﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ – ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺇِﺫَﺍ ﺃَﻭَﻯ ﺇِﻟَﻰ ﻓِﺮَﺍﺷِﻪِ ﻧَﻔَﺚَ ﻓِﻰ ﻛَﻔَّﻴْﻪِ ﺑِﻘُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ﻭَﺑِﺎﻟْﻤُﻌَﻮِّﺫَﺗَﻴْﻦِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ، ﺛُﻢَّ ﻳَﻤْﺴَﺢُ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ، ﻭَﻣَﺎ ﺑَﻠَﻐَﺖْ ﻳَﺪَﺍﻩُ ﻣِﻦْ ﺟَﺴَﺪِﻩِ . ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺍﺷْﺘَﻜَﻰ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺄْﻣُﺮُﻧِﻰ ﺃَﻥْ ﺃَﻓْﻌَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﻪِ

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “ Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak tidur, beliau akan meniupkan ke telapak tangannya sambil membaca QUL HUWALLAHU AHAD (surat Al Ikhlas) dan Mu’awidzatain (Surat An Naas dan Al Falaq), kemudian beliau mengusapkan ke wajahnya dan seluruh tubuhnya. Aisyah berkata, “Ketika beliau sakit, beliau menyuruhku melakukan hal itu (sama seperti ketika beliau hendak tidur, -pen). (HR. Bukhari no. 5748)

Jadi tatkala meruqyah, kita dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, An Naas dengan cara: Terlebih dahulu mengumpulkan kedua telapak tangan lalu keduanya ditiup lalu dibacakanlah tiga surat tersebut. Setelah itu, kedua telapak tangan tadi diusapkan pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Cara seperti ini diulang sebanyak tiga kali.

Keempat: wirid seusai shalat (sesudah salam).

Sesuai shalat dianjurkan membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq dan An Naas masing-masing sekali. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata,

ﺃَﻣَﺮَﻧِﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺃَﻥْ ﺃَﻗْﺮَﺃَ ﺍﻟْﻤُﻌَﻮِّﺫَﺍﺕِ ﺩُﺑُﺮَ ﻛُﻞِّ ﺻَﻠَﺎﺓٍ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan padaku untuk membaca mu’awwidzaat di akhir shalat (sesudah salam). ” (HR. An Nasai no. 1336 dan Abu Daud no. 1523. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih ). Yang dimaksud mu’awwidzaat adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. (Fathul Bari, 9/62)

Kelima: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qobliyah shubuh).

Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Dari’ Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻧِﻌْﻤَﺖِ ﺍﻟﺴُّﻮْﺭَﺗَﺎﻥِ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﻟﻔَﺠْﺮِ } : ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ { ﻭَ } ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻜَﺎﻓِﺮُﻭْﻥَ

Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua raka’at qobliyah shubuh adalah Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan Qul yaa ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) .” (HR. Ibnu Khuzaimah 4/273. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Silsilah Ash Shohihah bahwa hadits ini shahih . Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 646). Hal ini juga dikuatkan dengan hadits Ibnu Mas’ud yang akan disebutkan pada point berikut.

Keenam: dibaca ketika mengerjakan shalat sunnah ba’diyah maghrib.

Ketika itu, surat Al Ikhlash dibaca bersama surat Al Kafirun. Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan,

ﻣَﺎ ﺃُﺣْﺼِﻰ ﻣَﺎ ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﻓِﻰ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﺑَﻌْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟﺮَّﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻗَﺒْﻞَ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟْﻔَﺠْﺮِ ﺏِ ‏( ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ ‏) ﻭَ ‏( ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ

Aku tidak dapat menghitung karena sangat sering aku mendengar bacaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surat pada shalat dua raka’at ba’diyah maghrib dan pada shalat dua raka’at qobliyah shubuh yaitu Qul yaa ayyuhal kafirun (surat Al Kafirun) dan qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash).(HR. Tirmidzi no. 431. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Ketujuh: dibaca ketika mengerjakan shalat witir tiga raka’at.

Ketika itu, surat Al A’laa dibaca pada raka’at pertama, surat Al Kafirun pada raka’at kedua dan surat Al Ikhlash pada raka’at ketiga.

Dari ‘Abdul Aziz bin Juraij, beliau berkata,  “Aku menanyakan pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (setelah membaca Al Fatihah) ketika shalat witir?

‘Aisyah menjawab,

ﻛَﺎﻥَ ﻳُﻮﺗِﺮُ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻗَﺎﻟَﺖْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﻓِﻰ ﺍﻷُﻭﻟَﻰ ﺏِ ‏( ﺳَﺒِّﺢِ ﺍﺳْﻢَ ﺭَﺑِّﻚَ ﺍﻷَﻋْﻠَﻰ ‏) ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻴَﺔِ ﺏِ ‏( ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ ‏) ﻭَﻓِﻰ ﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺜَﺔِ ﺏِ ‏( ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ‏) ﻭَﺍﻟْﻤُﻌَﻮِّﺫَﺗَﻴْﻦِ .

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada raka’at pertama: Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), pada raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan pada raka’at ketiga: Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) dan mu’awwidzatain (surat Al Falaq dan An Naas).” (HR. An Nasai no. 1699, Tirmidzi no. 463, Ahmad 6/227)

Dalam riwayat yang lain disebutkan tanpa surat al mu’awwidzatain.

ﻋَﻦْ ﺃُﺑَﻰِّ ﺑْﻦِ ﻛَﻌْﺐٍ ﻗَﺎﻝَ ﻛَﺎﻥَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ - ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻳُﻮﺗِﺮُ ﺏِ ‏( ﺳَﺒِّﺢِ ﺍﺳْﻢَ ﺭَﺑِّﻚَ ﺍﻷَﻋْﻠَﻰ ‏) ﻭَ ‏( ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮُﻭﻥَ ‏) ﻭَ ‏( ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ ‏)

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata, “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya melaksanakan shalat witir dengan membaca Sabbihisma robbikal a’la (surat Al A’laa), Qul yaa ayyuhal kafiruun (surat Al Kafirun), dan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash) (HR. Abu Daud no. 1423 dan An Nasai no. 1730)

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah mengatakan,

ﻭَﺣَﺪِﻳﺚُ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﻓِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﻟَﺎ ﻳَﺜْﺒُﺖُ ؛ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺮْﻭِﻳﻪِ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﺃَﻳُّﻮﺏَ ، ﻭَﻫُﻮَ ﺿَﻌِﻴﻒٌ . ﻭَﻗَﺪْ ﺃَﻧْﻜَﺮَ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ﻭَﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﻣَﻌِﻴﻦٍ ﺯِﻳَﺎﺩَﺓَ ﺍﻟْﻤُﻌَﻮِّﺫَﺗَﻴْﻦِ .

Hadits ‘Aisyah tidaklah shahih. Di dalamnya ada seorang perowi bernama Yahya bin Ayyub, dan ia dho’if. Imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in telah mengingkari penambahan “mu’awwidzatain”.” (Al Mughni, 1/831)

Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan,

ﺗﻌﻠﻴﻖ ﺷﻌﻴﺐ ﺍﻷﺭﻧﺆﻭﻁ : ﺻﺤﻴﺢ ﻟﻐﻴﺮﻩ ﺩﻭﻥ ﻗﻮﻟﻪ : ﻭﺍﻟﻤﻌﻮﺫﺗﻴﻦ ﻭﻫﺬﺍ ﺇﺳﻨﺎﺩ ﺿﻌﻴﻒ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺑﻦ ﺟﺮﻳﺞ ﻻ ﻳﺘﺎﺑﻊ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺜﻪ

Hadits ini shahih kecuali pada perkataan “al mu’awwidzatain”, ini sanadnya dho’if karena ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij tidak diikuti dalam haditsnya. (Tahqiq Musnad Al Imam Ahmad bin Hambal, 6/227)

Jadi yang tepat dalam masalah ini, bacaan untuk shalat witir adalah raka’at pertama dengan surat Al A’laa, raka’at kedua dengan surat Al Kafirun dan raka’at ketiga dengan surat Al Ikhlas (tanpa mu’awwidzatain).

Namun bacaann ketika witir ini sebaiknya tidak rutin dibaca, sebaiknya diselingi dengan berganti membaca surat lainnya. Syaikh ‘Abdullah Al Jibrin rahimahullah mengatakan,

ﻭﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﺃﻧﻪ ﻳﻜﺜﺮ ﻣﻦ ﻗﺮﺍﺀﺗﻬﺎ، ﻭﻻ ﻳﺪﺍﻭﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﻗﺮﺍﺀﺓ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﺃﺣﻴﺎﻧﺎً ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻌﺘﻘﺪ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ ﻭﺟﻮﺏ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﺑﻬﺎ

Yang nampak dari hadits yang ada, hendaklah bacaan tersebut seringkali saja dibaca, namun tidak terus-terusan. Sudah seharusnya seseorang membaca surat yang lain ketika itu agar orang awam tidak salah paham,ditakutkan mereka malah menganggapnya sebagai perkara yang wajib.(Fatawa Syaikh Ibnu Jibrin, 24/43)

Kedelapan: dibaca ketika mengerjakan shalat Maghrib (shalat wajib) pada malam jum’at.

Surat Al Kafirun dibaca pada raka’at pertama setelah membaca Al Fatihah, sedangkan surat Al Ikhlash dibaca pada raka’at kedua.

Dari Jabir bin Samroh, beliau mengatakan,

ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳَﻘْﺮَﺃُ ﻓِﻲ ﺻَﻼَﺓِ ﺍﻟﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟﺠُﻤُﻌَﺔِ : ‏( ﻗَﻞْ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻜَﺎﻓِﺮُﻭْﻥَ ‏) ﻭَ ‏( ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika shalat maghrib pada malam Jum’at membaca Qul yaa ayyuhal kafirun’ dan ‘Qul ‘ huwallahu ahad’ . ” (Syaikh Al Albani dalam Takhrij Misykatul Mashobih (812) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih )

Kesembilan: ketika shalat dua rak’at di belakang maqom Ibrahim setelah thowaf.

Dalam hadits Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu yang amat panjang disebutkan,

ﻓﺠﻌﻞ ﺍﻟﻤﻘﺎﻡ ﺑﻴﻨﻪ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﺒﻴﺖ ‏[ ﻓﺼﻠﻰ ﺭﻛﻌﺘﻴﻦ : ﻫﻖ ﺣﻢ ‏] ﻓﻜﺎﻥ ﻳﻘﺮﺃ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻛﻌﺘﻴﻦ : ‏( ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ ‏) ﻭ ‏( ﻗﻞ ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ ‏) ‏( ﻭﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ : ‏( ﻗﻞ ﻳﺎ ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻭﻥ ‏) ﻭ ‏( ﻗﻞ ﻫﻮ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺣﺪ ‏)

Lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan maqom Ibrahim antara dirinya dan Ka’bah, lalu beliau laksanakan shalat dua raka’at. Dalam dua raka’at tersebut, beliau membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) dan Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun). Dalam riwayat yang lain dikatakan, beliau membaca Qul yaa-ayyuhal kaafirun (surat Al Kafirun) dan Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) . (Disebutkan oleh Syaikh Al Albani dalam Hajjatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hal. 56)

Semoga sajian ini bermanfaat dan bisa diamalkan.

Alhmadulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ’ala nabiyyina Muhammad wa ’ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Sumber: rumaysho.com



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">