Mengapa Orang Kafir Kaya Dan Hidup Mewah? Inilah Penjelasannya

Mungkin pernah terbetik di dalam benak kita, kenapa kita yang seorang muslim, hidupnya jauh lebih sengsara, ketimbang mereka yang hidup di dalam kekafiran.

Padahal seorang muslim hidup di atas keta’atan menyembah Allah ta’ala, sedangkan orang kafir hidup di atas kekufuran kepada Allah.

Mengapa Orang Kafir Kaya Dan Hidup Mewah? Inilah Penjelasannya

Wahai saudaraku seiman, janganlah heran dengan fenomena ini.

Karena seorang shahabat Nabi yang mulia pun terheran sambil menangis.

Beliau adalah ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Berikut ini kami nukilkan kisah ‘Umar yang termuat dalam kitab Tafsir Surat Yasin karya Syaikh Ibnu ‘Utsaiminrahimahullah.

Suatu hari ‘Umar mendatangi rumah Nabishallallahu‘alaihi wa sallam.

Dan beliau sedang tidur di atas dipan yang terbuat dari serat, sehingga terbentuklah bekas dipan tersebut di lambung beliau.

Tatkala ‘Umar melihat hal itu, maka ia pun menangis.

Nabi yang melihat ‘Umar menangis kemudian bertanya, “Apa yang engkau tangisi wahai ‘Umar?”

‘Umar menjawab, “Sesungguhnya bangsa Persia dan Roma diberikan nikmat dengan nikmat dunia yang sangat banyak, sedangkan engkau dalam keadaan seperti ini?”

Nabi pun bersabda, “Wahai ‘Umar, sesungguhnya mereka adalah kaum yang Allah segerakan kenikmatan di kehidupan dunia mereka.”

Di dalam hadits ini menunjukkan bahwa orang-orang kafir disegerakan nikmatnya oleh Allah di dunia, dan boleh jadi itu adalah istidraj dari Allah.

Namun apabila mereka mati kelak, sungguh adzab yang Allah berikan sangatlah pedih.

Dan adzab itu semakin bertambah tatkala mereka terus berada di dalam kedurhakaan kepada Allah ta’ala. 

Maka saudaraku di jalan Allah, sungguh Allah telah memberikan kenikmatan yang banyak kepada kita, dan kita lupa akan hal itu, kenikmatan itu adalah kenikmatan Islam dan Iman.

Dimana hal ini yang membedakan kita semua dengan orang kafir.

Sungguh kenikmatan di dunia, tidaklah bernilai secuil pun dibanding kenikmatan di akhirat.

Mari kita bandingkan antara dunia dan akhirat, dengan membaca sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Demi Allah! Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat, kecuali seperti salah seorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke lautan. Maka perhatikanlah jari tersebut kembali membawa apa? (HR. Muslim).

Lihatlah kawanku, dunia itu jika dibandingkan dengan akhirat hanya Nabi misalkan dengan seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan, kemudian ia menarik jarinya.

Perhatikanlah, apa yang ia dapatkan dari celupan tersebut.

Jari yang begitu kecil dibandingkan dengan lautan yang begitu luas, mungkin hanya beberapa tetes saja.

Nikmat yang Allah berikan kepada pelaku maksiat dengan tujuan menipu mereka, agar mereka semakin tenggelam dalam maksiatnya.

SubhAllah.

Semoga kita semua yang mengaminkan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT. Aamiin.

Iklan Atas Artikel

Iklan

Iklan

Iklan