Inilah yang Akan Menghampiri Tubuhmu Saat Sudah menjadi Jenazah


Pada dasarnya kita semua akan mati dan menjadi jenazah, Lalu apa yang akan terjadi pada tubuh kita setelah mati?  

Kita patut berterimakasih kepada orang-orang yang berdedikasi selama ini mengembangkan ilmu pengetahuan. 

Ilmu telah menjawab, melansir Listverse, inilah makhluk-makhluk yang mendatangi tubuh kita jika kita telah menjadi jenazah. 

1. Lalat 

Lalat adalah bagian besar dari proses penguraian. Daging yang mati adalah rumah yang cocok untuk bertelur. 

Keturunan mereka akan memakan daging itu, itulah mengapa mayat segar sangat penting untuk tujuan ilmiah.  

Lalat biasanya adalah makhluk pertama yang muncul dan melakukan kerusakan paling banyak. 

Tubuh yang telah mati di atas tanah akan kehilangan 80 persen massanya dalam lima hari setelah organisme itu memakannya. 

Sementara mayat yang terkubur di bawah tanah akan memakan waktu hingga 25 hari untuk kehilangan hanya 60 persen dari massanya. 

2. Belatung

Belatung sebenarnya adalah alat ilmiah untuk menentukan waktu kematian.  

Umur belatung memberikan perkiraan waktu kapan lalat pertama kali datang dan berapa lama belatung telah ada di tubuh. 

Caranya dengan mengambil belatung dari tubuh, ditempatkan dalam larutan etanol, kemudian diberi tanggal untuk usia mereka. 

Bagian yang mengerikan adalah, biasanya lalat bertelur di bagian tubuh yang terluka. 

Namun jika luka tidak ada, belatung umumnya  ditemukan di mulut, mata, hidung, dan telinga.  

Makhluk ini bisa datang dari kepala seseorang ketika tubuh dipindahkan atau diangkut. 

3. Pembusukan hitam 

Pembusukan adalah tahap kematian di mana tubuh dipecah oleh dekomposer.  

Selama fase ini, mayat berubah warna, kadang-kadang berubah menjadi merah, kuning, hijau, atau ungu, tetapi pada akhirnya hampir semua tubuh menjadi hitam. 

Dalam proses pembusukan tubuh membesar, mengembang, dan bengkak karena gas yang dilepaskan oleh bakteri yang jumlahnya semakin bertambah. 

Tubuh kembung dengan gas seperti balon dan kemudian runtuh ke dalam dirinya sendiri, melepaskan gas. 

Pada titik ini, daging seperti krim kental yang hampir cair, karena bagian dalamnya sudah banyak dimakan oleh organisme. 

4. Fermentasi butyric 

Setelah pembusukan hitam, datanglah proses fermentasi butyric. Pada titik ini, mayat tinggal memiliki sedikit daging. 

Bagian yang tersisa tinggal kulit, rambut, tulang, bakteri, belatung, dan debu. 

Selama fase ini, jenazah juga mulai mengeluarkan bau busuk. 

Transisi ini menjadi pembusukan kering, dan tubuh menjadi hampir padat, dengan semua uap air hilang. 

5. Dari kulit yang berubah menjadi cairan 

Hujan memiliki efek yang cukup kuat dan tidak dapat diprediksi pada tubuh manusia yang telah mati.  

Kadang-kadang, itu bisa memperlambat proses dekomposisi, tetapi di lain waktu, itu dapat secara signifikan mempercepatnya. 

Hujan juga  memungkinkan segala macam makhluk, dari mikroba dan bakteri ke ikan atau hewan darat lainnya, untuk mendapatkan daging. 

Air dapat menghancurkan tubuh manusia dengan cepat. 

Dalam beberapa kasus, ketika mayat terendam dalam air, daging yang jenuh terkelupas langsung ketika mayat ditarik, mengekspos bagian dalam tubuh, yang belum sepenuhnya terbasahi. 

Berbeda jika mayat berada di darat, permulaan pembusukan menyebabkan organ internalnya mencair. 

Faktor penting yang tidak bisa dilepaskan adalah, suhu, kelembaban, kondisi matahari, lokasi, penempatan, kehidupan di sekitarnya, dan lebih banyak lagi. 

Faktor tersebut dapat mempengaruhi bagaimana, dan seberapa cepat, sebuah tubuh terurai.

Sumber: tribunnews.com




Subscribe to receive free email updates: