Ingatlah, Pasangan Hidupmu adalah Manusia Biasa yang Punya Banyak Kekurangan

Ingatlah, Pasangan Hidupmu adalah Manusia Biasa yang Punya Banyak Kekurangan

Seorang suami atau istri tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Ingatlah pasangan kita itu bukan malaikat yang sempurna tanpa cacat yang melekat.

Di balik kelebihannya tentu ada kekurangan yang nampak maupun tidak.

Oleh karenanya, andai kita menemukan kekurangan pada pasangan kita, ajari diri untuk bijak menyikapi.

Ingatlah akan kebaikan dan kelebihannya. Jangan menghina pasangan kita atas kekurangannya itu apalagi menyebarkan pada tetangga.

Andai kita temukan kelebihannya yang membuat kita senang, maka syukurilah.

Namun sebaliknya, manakala kita temukan kelemahannya maklumi dan bersabarlah seraya memperbaiki apa yang masih bisa diperbaiki.

Bukankah setiap insan di dunia ini punya kelemahan?

Termasuk pasangan kita bahkan kita sendiripun demikian.

Adakalanya nafkah yang diberikan oleh suami kita tak mencukupi seluruh kebutuhan.

Ketika hal ini terjadi, tetaplah bersyukur sambil memberi dorongan kepadanya agar tidak menyerah dalam berusaha dan menjemput rezeki yang halal dari Allah dengan berbagai cara yang diridhai-Nya.

Hal ini tentu lebih indah daripada menyalahkan atau mencacinya yang berakibat suami tak bersemangat dalam berusaha.

Teruntuk saudaraku yang telah bergelar istri.

Sesungguhnya kita memiliki potensi yang sama dengan suami untuk menciptakan rumah tangga seperti surga atau neraka.

Segalanya tergantung dari kita dan pasangan kita.

Rumah tangga akan menjadi indah manakala tak mudah mengikuti hawa nafsu, namun berusaha menerima kekurangan dan berusaha saling melengkapi dan menutupi kekurangan. Inilah yang disebut oleh Rasulullah SAW bahwa kita dan pasangan kita seperti baju yang menutupi aurat kita.

Oleh karenanya saling memaklumi dan berserah diri atas keadaan pasangan kita adalah senjata yang ampuh.

Jangan lupa minta kepada Allah agar kita diberi ketabahan dalam mengarungi bahtera rumah tangga serta dibukakan pintu hidayah bagi kita dan pasangan kita agar memiliki pribadi yang mulia sehingga rumah tangga yang bahagia bukan hanya angan belaka.

Kecintaan terhadap pasangan hendaknya didasarkan pada kecintaan kepada Allah.

Karena tanpa didasari kecintaan kepada Allah akan membuat kita sering kecewa karena menemukan kekurangan pada pasangan kita.

Dengan kecintaan kepada Allah juga kita akan berusaha menerima pasangan kita karena itu adalah salah satu anugerah juga amanah yang dititipkan kepada kita.

Sumber: Menata Akhlaq




Subscribe to receive free email updates: