Ukhti, Tetaplah Bersabar Menanti Kekasih Pujaan Hati

Duhai ukhti yang sholehah, masihkah hari ini rasa gelisah, bimbang, duka, dan airmatamu menetes karena kerinduanmu dan keinginan bertemu sang pencuri hati?

Ya, itu adalah bagian dari fitrah kita, rasa yang hadir tanpa diduga sebelumnya dan akhirnya menjadi satu bagian yang tak terpisahkan dari kita.

Ukhti, Tetaplah Bersabar Menanti Kekasih Pujaan Hati

Sebuah fitrah pula kala keresahan dan kehampaan menemani dalam hari-hari penantianmu pada dia yang kau impikan.

Wahai Ukhti yang terpancar keindahan akhlaknya dari ketulusan senyumnya.

Siapa yang memiliki hatimu? Siapa yang mengaturkan hatinya?

Bukankah tiada kuasa selain Dia yang Maha Pengasih dan Cinta-Nya tak berbatas.

Leburkanlah keresahanmu, gelisahmu, rindu dan tangismu dalam munajat kepada-Nya.

Kembalikanlah semua urusan kepada-Nya.

Percayalah akan dipilihkan-Nya yang terbaik untukmu.

Saudariku yang selalu setia dalam setiap langkah kebajikan.

Kadang akupun bingung atas diriku yang begitu mudah meneteskan airmata ketika satu sisi hati tersakiti oleh makhluk-Nya.

Namun begitu jarang linangan airmata ku selipkan dalam sujud-sujud panjang memohonan pengampunan dari-Nya.

Pernahkah ini terjadi padamu juga ukhti?

Ukhti, sekarang hapuslah airmatamu, terimalah semua yang terjadi dengan kebesaran hati dan jiwa sebagai bagian dari hidup ini.

Sampai akhirnya nanti kita temukan rahasia dan hikmah indah dari titian hidup yang telah kita lewati.

Dan senyum bahagiamu lah yang ingin kulihat jika saat itu datang, senyum karena telah berhasil kau lewati saat-saat tersulit dalam hidupmu dan kini kau telah memenangkannya.

Tenanglah ukhti, usah kau risaukan yang akan datang.

Bukankah segala sesuatu akan indah pada waktunya?

Jika Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kita, lantas kenapa kita harus memaksakan sesuatu yang belum tentu baik agar menjadi milik kita?

Kegalauan akan dia, cinta, pasangan jiwa, leburkanlah dalam keikhlasanmu ukhti.

Percayalah, Allah akan mendekatkanmu pada pangeran hatimu, jika tidak kini, mungkin nanti.

Bukan hanya untuk sekedar pasangan di dunia, tapi sesorang yang nanti dapat membawamu ke tepian surga, bagaikan pangeran berkereta kencana membawamu ke istana dengan kebahagiaan yang baqa.

Senyumlah ukhti sayang, senyum untukku, untuk sahabat-sahabat kita, untuk nikmat yang tak henti kita rasa.

Semoga hari ini, besok, dan seterusnya kita akan terus istiqomah di jalan yang diridhoi-Nya, serta membimbing kita dalam rahmat dan kasih sayang-Nya.

Aamiin Ya Rabbala'alamiin.

Sumber: Fans Page Wahai Calon Imamku, Jemput Aku Menjadi Bidadarimu




Subscribe to receive free email updates: