Inilah Hal-Hal Yang Di Contohkan Rasulullah SAW Untuk Mewujudkan Kebahagiaan Rumah Tangga

Berikut ini adalah hal-hal yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk mewujudkan kebahagiaan rumah tangga:

a. Menegakkan Shalat Lima Waktu

Inilah Hal-Hal Yang Di Contohkan Rasulullah SAW Untuk Mewujudkan Kebahagiaan Rumah Tangga

Shalat adalah pertama dan utama, kewajiban shalat lima waktu ini merupakan perintah yang sangat agung, yang menjadi penegak agama seseorang.


Karena menjadi penegak agama, ibarat sebuah rumah, shalat adalah tiang penyangganya. Adakah rumah berdiri tanpa tiang?

Abuya Prof. Dr. As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani mengibaratkan, "Kedudukan shalat dalam agama bagaikan kedudukan kepala didalam tubuh manusia, manusia tak dapat hidup tanpa kepala, begitu juga agama tak akan hidup (survive) pada diri orang-orang yang tidak shalat."

Dalam hal ini, kita bisa menarik sebuah kesimpulan, orang yang tidak menjaga dengan baik perintah shalat lima waktunya, maka bisa dipastikan mereka akan mengalami jiwa yang gelisah, hati yang kering, layu, memudar dan bahkan bisa mati.

Pada akhirnya, hal itu menyebabkan kehidupan rumah tangga seseorang akan banyak menemukan kesulitan dan kepelikan hidup.

b. Melazimkan Istighfar

Perselisihan dan pertengkaran dalam sebuah rumah tangga banyak disebabkan oleh kotornya hati, karena dosa-dosa yang kita lakukan.


Oleh karena itu, kita wajib selalu mengobati hati kita dengan memperbanyak beristighfar dan bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha.

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa melazimkan (merutinkan) istighfar, maka Allah akan menjadikan baginya disetiap kesusahan ada kelapangan, disetiap kesulitan ada jalan keluar, dan Allah memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, Ibnu Najah, dan al-Hakim).

Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Abu Bakar Alaydrus didalam kitabnya Al-Kibritul Ahmar Wa Iksirul Akbar, mengatakan: "Taubat merupakan jenjang pertama yang harus dilewati seorang mu'min. Tanpanya, seseorang tidak akan pernah bisa menggapai kedekatan dengan Allah."

Oleh karena itu, orang-orang yang membiasakan diri memohon ampun kepada Allah setiap harinya akan menjadi orang-orang yang optimis dan punya semangat serta bersangka baik kepada nikmat-nikmat yang sudah Allah berikan dalam rumah tangganya, sehingga mereka tidak mengenal sifat berkeluh kesah.

c. Berdzikir Dan Bershalawat

Hendaknya bagi anggota keluarga tidak mengenal lelah dalam berdzikir dan bershalawat, karena hal itu akan menjadi "penyejuk-penyejuk ruhani" yang dapat menjadikan rumah tangga yang mampu mengantarkan penghuninya selamat didunia dan akhirat.


Anggota keluarga yang larut dalam keheningan berdzikir akan meraih kedamaian yang mendalam, begitu pula mereka yang gemar bershalawat.

Bershalawat banyak sekali manfaatnya, antara lain shalawat menjadikan amal, umur, dan kegiatan seseorang diberkahi.

Yakinlah, dengan gema shalawat, rumah tangga kita akan dikaruniai Allah keberkahan yang melimpah.


Demikianlah amalan yang sangat dibutuhkan dalam rumah tangga.

Siapapun dari kita tentu berharap menjadi pasangan yang harmonis, bahagia dan abadi.

Sebuah perjodohan yang tidak hanya sementara, tapi selamanya, didunia dan diakhirat, langgeng, hingga dapat berkumpul bersama kembali dengan ceria di surga 'Adn lengkap dengan anak-anak keturunannya.

Wallahua'lam Bisshawaab.

Sumber: Majalah alHaromain, Penulis: Irwan Sani, SE, M.Pd.I.




Subscribe to receive free email updates: