Masya Allah, Inikah Ikan Yang Diceritakan Dalam Surah Al-Kahfi?

LIPUTANTOP.COM - Seperti yang sudah diketahui berdasarkan ilmu pengetahuan yang ada dan yang dipelajari , ikan yaitu hewan yang hidup di air. Air yaitu kehidupan bagi ikan.

Tanpa air ikan akan mati dan punah.

Masya Allah, Inikah Ikan Yang Diceritakan Dalam Surah Al-Kahfi?

Namun , ternyata ada fakta mengejutkan bahwa ditemukan ikan yang bisa hidup di darat , bahkan dalam kurun waktu yang lama mencapai hitungan tahun. Ikan hidup tanpa air , inikah ikan yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi?

Sulit rasanya berpikir dengan kecerdikan bagaimana ikan bisa hidup tanpa air. Karena pada dasarnya , habitat ikan yaitu air. Ikan Lungfish (Protopterus Sp) , yaitu ikan yang diakui bisa hidup berhibernasi di darat , hidup tanpa air.

Lalu , inikah sosok ikan itu? Inikah ikan yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi?

Ibnu Abas menceritakan bahwa ia mendengar sabda Nabi Muhammad saat Tuhan menanyai Musa siapakah yang paling berilmu. Musa menjawab bahwa ia yang paling berilmu.

Mendengar balasan Musa , Tuhan meminta ia pergi untuk menemui hamba-Nya yang saleh yang lebih berakal daripadanya , dengan membawa seekor ikan dalam wadah.

Tuhan bersabda kepadanya , jikalau nanti ikan itu menghilang , maka di situlah Musa akan bertemu hamba-Nya yang saleh.

Lalu Musa berangkat bersama murid sekaligus pembantunya yaitu Yusya. Ketika lelah , mereka berdua memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Waktu itu , ikan yang dibawa olehnya tiba-tiba meronta lalu jatuh ke dalam air. Dan ikan itu kembali ke laut dengan cara yang aneh.

Yusya yang menyaksikannya , terpukau pada kebesaran Tuhan hingga pada ia tertidur dan lupa menceritakannya pada Musa.

Setelah meneruskan perjalanan , Yusya memberikan ihwal apa yang dilihatnya tadi. Mendengar hal itu , Musa segera menyadari sesuatu.

Bahwa ia bergotong-royong sudah berada di daerah hamba Tuhan yang saleh itu.

Lalu mereka berdua memutuskan untuk kembali ke daerah peristirahatan mereka sebelumnya.

Ketika Musa dan Yusya tiba di daerah itu , yang mereka lihat yaitu seorang hamba Tuhan dengan jubah putihnya. Lalu , Musa mengucapkan salam padanya.

Kemudian Khidir menanyakan darimana Musa berasal dan siapakah ia. Musa mengatakan padanya bahwa ia memang bermaksud menemui Khidir , semoga Khidir mengajarkan padanya ilmu dan kebijaksanaan yang lebih kepadanya.

Dengan tegas Khidir memberi tahu Musa , bahwa ilmu yang ia miliki yaitu karunia dari Tuhan yang diajarkan kepadanya , namun tidak kepada Musa.

Dan sebaliknya , apa yang telah Tuhan ajarkan pada Musa , Khidir pun tak mengetahuinya. Kemudian Musa memberikan bahwa ia tak tabah untuk segera mengikutinya.

Dan Khidir pun mengingatkannya , bahwa Musa tak boleh menanyakan apapun juga hingga hal itu dijelaskan padanya.

Pertemuan Musa dengan Khidir membuatnya lupa akan ikan yang hilang tadi. Ikan dalam surat Al-Kahfi ini yang diakui sebagai bukti kebesaran Tuhan yaitu ikan yang bisa hidup tanpa air.

Jenis ikan ini bisa mengerong masuk ke dalam tanah. Cara yang asing bagi seekor ikan. Apa yang terjadi pada ikan ini yaitu bukti bahwa Tuhan Maha besar dengan segala kuasa-Nya. Yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Ikan yang hidup dengan cara yang asing ini , inikah ikan yang diceritakan dalam surah Al-Kahfi?

Inilah ikan yang menjadi saksi perjalanan Musa bertemu dengan Khidir.

Jelaslah sudah , dalam ayat Al-Qur’an ini Tuhan memberi petunjuk pada mereka yang selalu memikirkan ihwal kekuasan-Nya dan apa yang bisa Ia perbuat.

Karena meragukan kuasa Tuhan dan firman Al-Qur’an.





Subscribe to receive free email updates: