Sholat Tergesa-Gesa, Sah Kah Sholatnya?

LIPUTANTOP.COM - Mungkin kita sering melihat ada orang yang sholatnya cepat dan tergesa-gesa, padahal sholat seperti itu tidaklah baik dan kemungkinan bisa menjauhkan kekhusyukan kita dalam sholat.

Sholat Tergesa-Gesa, Sah Kah Sholatnya?

Dari Abi Hurairah r.a:

ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﻤَﺴْﺠِﺪَ ﻓَﺪَﺧَﻞَ ﺭَﺟُﻞٌ ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﺛُﻢَّ ﺟَﺎﺀَ ﻓَﺴَﻠَّﻢَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓَﺮَﺩَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰُّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ‏« ﺍﺭْﺟِﻊْ ﻓَﺼَﻞِّ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻟَﻢْ ﺗُﺼَﻞِّ ‏» ﻓَﺼَﻠَّﻰ ، ﺛُﻢَّ ﺟَﺎﺀَ ﻓَﺴَﻠَّﻢَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰِّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻓَﻘَﺎﻝَ ‏« ﺍﺭْﺟِﻊْ ﻓَﺼَﻞِّ ﻓَﺈِﻧَّﻚَ ﻟَﻢْ ﺗُﺼَﻞِّ ‏» . ﺛَﻼَﺛًﺎ . ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻯ ﺑَﻌَﺜَﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻓَﻤَﺎ ﺃُﺣْﺴِﻦُ ﻏَﻴْﺮَﻩُ ﻓَﻌَﻠِّﻤْﻨِﻰ . ﻗَﺎﻝَ ‏« ﺇِﺫَﺍ ﻗُﻤْﺖَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻓَﻜَﺒِّﺮْ ، ﺛُﻢَّ ﺍﻗْﺮَﺃْ ﻣَﺎ ﺗَﻴَﺴَّﺮَ ﻣَﻌَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ، ﺛُﻢَّ ﺍﺭْﻛَﻊْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦَّ ﺭَﺍﻛِﻌًﺎ ، ﺛُﻢَّ ﺍﺭْﻓَﻊْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻌْﺘَﺪِﻝَ ﻗَﺎﺋِﻤًﺎ ، ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺠُﺪْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦَّ ﺳَﺎﺟِﺪًﺍ ، ﺛُﻢَّ ﺍﺭْﻓَﻊْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦَّ ﺟَﺎﻟِﺴًﺎ ، ﺛُﻢَّ ﺍﺳْﺠُﺪْ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻄْﻤَﺌِﻦَّ ﺳَﺎﺟِﺪًﺍ ، ﺛُﻢَّ ﺍﻓْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓِﻰ ﺻَﻼَﺗِﻚَ ﻛُﻠِّﻬَﺎ »

Artinya: "Sungguhnya Nabi SAW pernah suatu hari masuk ke dalam masjid kemudian masuk pula seorang lelaki lalu ia pun bersholat, Selesai sholat dia datang kepada Nabi SAW dan memberi salam maka baginda menjawab salamnya kemudian bersabda: “Ulangilah sholat mu tadi karena kamu belum menunaikan sholat.” Lalu ia pun solat semula kemudian datang kepada Nabi saw lalu memberi salam. Nabi saw tetap berkata yang sama seperti sebelumnya : “Ulangilah solat mu tadi karena kamu belum lagi menunaikan solat.” Kejadian ini berulang sampai tiga kali maka berkatalah lelaki itu : “Demi Tuhan yang mengutusmu membawa kebenaran aku tidak mampu melakukan solat lebih baik dari itu. Makanya ajarilah aku!

Maka Nabi saw pun bersabda: “Jika kamu hendak solat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Quran yang mudah bagimu (selepas Fatehah). Kemudian rukuklah sampai kamu rukuk dengan tumakninah. Kemudian angkat kepalamu sehingga kamu iktidal dalam berdiri. Kemudian sujudlah dengan tumakninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud dengan tumakninah. Kemudian kamu sujud kembali sehingga kamu sujud dengan tumakninah. Kamu kena lakukan seperti itu dalam semua sholatmu. (Hadith Syaikhain).

Kesimpulan

Tumakninah adalah syarat sah melakukan rukun solat.

Tanpa tumakninah maka sholat tidak sah dan sengaja meninggalkan tumakninah adalah berdosa.

Jangan tergesa-gesa dalam sholat karena sholat yang tenang akan mudah mendapat kekusyukkan.

Beramal adalah penting dalam kehidupan seorang hamba Allah, tetapi mendalami ilmu agama adalah lebih penting karena tanpa ilmu lelaki dalam hadith di atas tidak sah solatnya sekalipun beliau solat berulang kali dansekalipun dia hidup bersama Rasulullah SAW pada zaman yang paling berkat.wallahua'lam





Subscribe to receive free email updates: