Rezeki Seret? Coba Amalkan Amalan Ini

LIPUTANTOP.COM - Aliran rezeki mengenal seret. Jalan apapun kalau sudah seret begini, maka diperlukan dorongan atau pelicin.

Demi ketertiban dan kelancaran rezeki, lafal istighfar yang bisa dibaca sambil apa saja tanpa syarat sangatlah menolong.

Rezeki Seret? Coba Amalkan Amalan Ini

Artinya, tidak perlu repot mencari tips aneh-aneh apalagi datang ke siapa.

Demikian Syekh Abdul Wahhab As-Sya’roni dalam kitab Al-Minahus Saniyyah mengutip hadis Rasulullah SAW.

Berikut kutipannya:

ﻣﻦ ﻟﺰﻡ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﺟﻌﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻣﻦ ﻛﻞ ﺿﻴﻖ ﻣﺨﺮﺟﺎ ﻭﻣﻦ ﻛﻞ ﻫﻢ ﻓﺮﺟﺎ ﻭﺭﺯﻗﻪ ﻣﻦ ﺣﻴﺚ ﻻﻳﺤﺘﺴﺐ

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.” (HR> Abu Dawud dan Ibnu Majjah).


Memang istighfar bukan untuk kelancaran rezeki semata.

Permohonan ampunan Allah itu sangat dianjurkan ketika manusia dalam keadaan tidak berdosa dan terlebih lagi kalau melakukan dosa.

Mohon ampun usai berdosa, ini mestinya agar azab Allah tidak turun seperti bunyi firman-Nya:

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴُﻌَﺬِّﺑَﻬُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﻌَﺬِّﺑَﻬُﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻥَ

Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33).

Tetapi istighfar kalau tidak berdosa, lebih didasarkan pada tindakan yang dicontohkan Rasulullah.

Kendati mendapat jaminan ampunan dosa masa lalu dan masa depan, Nabi Muhammad SAW tetap saja beristighfar paling kurang 70 kali sehari.

Namun demikian, istighfar sangat dituntut di pagi hari, petang, permulaan malam, dan malam tua.

Tentunya tanpa harus menimbang rezeki seret atau tidak, terpeleset dalam dosa atau pun tidak.

Selain itu, istighfar perlu dibaca untuk meredam tinggi hati seseorang tiap kali selesai beramal saleh.

Masih menurut Syekh Abdul Wahhab As-Sya’roni:

ﻭﻗﺪ ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﺳﺘﺤﺒﺎﺏ ﺧﺘﺎﻡ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ . ﻭﻓﻰ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻧﻪ ﻛﺎﻥ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻳﺴﺘﻐﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻋﻘﺐ ﻛﻞ ﻣﻜﺘﻮﺑﺔ ﺛﻼﺙ ﻣﺮﺍﺕ . ﺗﺸﺮﻳﻌﺎ ﻷﻣﺘﻪ ﻭﺗﻨﺒﻴﻬﺎ ﻟﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﻧﻘﺺ ﻃﺎﻋﺘﻬﻢ .

Arifun menyepakati anjuran istighfar usai beramal saleh. Dalam riwayat, para sahabat bercerita bahwa Rasulullah SAW beristighfar 3 kali tiap selepas sembahyang wajib. Maksudnya, menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidaksempurnaan ibadah mereka.” Wallahu A’lam.

Sumber: nu.or.id




Subscribe to receive free email updates: