Inilah Pos-Pos Pengeluaran Dari Persiapan Menikah Hingga Resepsi

LIPUTANTOP.COM - Bagi sebagian kalangan masyarakat mengadakan resepsi pernikahan adalah sebuah kewajiban, dengan alasan gengsi bagi mereka menjadi suatu aib jika pernikahan anaknya tanpa resepsi.

Disinilah ironisnya, karena keterbatasan biaya untuk mengadakan resepsi pernikahan akhirnya memilih berhutang.

Meskipun ini boleh-boleh saja selama memiliki kemampuan untuk mengembalikannya tapi sebisa mungkin hindarilah.

Lakukan saja semampu kita, tak perlu memaksakan diri untuk memenuhi gengsi.

Jangan sampai berakhirnya pernikahan, dan semestinya di akhir pernikahan adalah kebahagiaan bagi para mempelai tapi menjadi kegelisahan lantaran sibuk memikirkan bagaimana melunasi hutang yang ada.

Bagi anak saat orang tua memaksakan diri ingin mengadakan resepsi sementara kondisi ekonomi tak memungkinkan maka pandai-pandailah berkomunikasi dengan mereka.

Inilah Pos-Pos Pengeluaran Dari Persiapan Menikah Hingga Resepsi

Jelaskan kalau pernikahan itu wajib sementara resepsinya adalah sunnah itu pun bagi yang mampu.

Secara syariat tidak ada keharusan mengadakan resepsi. Sadari kalau berhutang itu tidak enak, hanya akan meninggalkan beban dalam diri.

POS-POS PENGELUARAN DARI PERSIAPAN MENIKAH HINGGA RESEPSI (WALIMATUL ‘URSY)

Sebagai gambaran dan untuk persiapan berikut adalah pos-pos biaya dalam proses pernikahan.

Biaya administrasi KUA

Biaya administrasi KUA adalah biaya untuk mencatatkan pernikahan resmi dari pemerintah di KUA hingga mendapatkan buku nikah bagi kedua mempelai.


Jika kedua mempelai tidak tinggal di kecamatan yang sama, maka salah satu mempelai harus mengurus surat numpang nikah agar bisa dicatat di KUA tempat ia akan melakukan akad nikah.

Biaya pengurusan legalitas di KUA ini tidak terlalu mahal, hanya sekitar Rp.30.000 hingga Rp.150.000,-

Biaya penghulu

Jika melakukan akad pernikahan di KUA di hari kerja maka biaya pernikahannya adalah gratis. Namun jika pernikahan diadakan di luar KUA maka sebaiknya mempelai memberikan uang transpot untuk penghulu. Kebanyakan penghulu tidak menarifkan berapa biayanya. Tapi biasanya angka yang diberikan untuk penghulu minimal Rp.500.000,- lagi-lagi tentu disesuaikan dengan kemampuan.

Biaya pendukung acara (Ustadz, MC, Qari’,dll)

Pendukung acara pernikahan seperti ustadz yang memberikan khutbah nikah, MC yang memandu acara, qari’ yang membaca Al-quran perlu disiapkan anggaran dana untuk para pendukung acara ini.

Dalam hal ini biasanya ada yang menetapkan tarif di awal dan juga yang tidak menetapkan tarif khusus. Untuk menjaga profesionalitas alangkah baiknya sejak awal ada kesepakatan berapa biayanya.

Mahar atau mas kawin

Mahar atau mas kawin wajib ada, namun untuk mahar atau mas kawin ini tentu disesuaikan dengan permintaan mempelai wanita.

Ada yang berupa uang, barang atau juga hal lainnya seperti hafalan Al-qur’an. Untuk biaya ini menjadi tanggungan pihak laki-laki.

Seserahan

Pemberian seserahan adalah tradisi diberapa daerah tertentu, hal ini tidak ada dalam syariat. Maka untuk hal ini boleh ada dan boleh tidak.

Biasanya seserahan berupa pakaian untuk mempelai wanita dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Sebagian yang lain ada juga yang memberikan seserahan berupa perlengkapan tidur hingga perlengkapan rumah tangga ditambah uang. Untuk hal ini tentu disesuaikan dengan kebiasaan setempat.

Konsumsi

Jika mengadakan resepsi pernikahan, maka ini adalah pos yang memiliki pengeluaran terbesar.

Bahkan pos konsumsi menghabiskan 50%-75% dari total biaya pernikahan. Pengadaan konsumsi tentu disesuaikan dengan jumlah tamu yang akan diundang.

Tempat

Pada umumnya resepsi pernikahan diadakan di rumah mempelai wanita atau pun mempelai laki-laki.

Akan tetapi jika kondisi rumah tidak cukup untuk menampung tamu tentu pilihan lainnya adalah dengan menyewa gedung.

Busana dan Make-up

Biaya yang juga sangat perlu diperhatikan adalah busana atau make-up. Biasanya untuk busana atau make-up satu paket dari pihak penyedia jasa yang menyewakan busana pernikahannya.

Transportasi

Biaya transportasi perlu anda anggarkan mulai dari transportasi pengurusan surat menyurat hingga transportasi yang dibutuhkan saat penyelenggaraan resepsi pernikahan seperti menjemput penghulu dan membantu biaya transportasi kerabat yang berasal dari luar daerah.

Dokumentasi

Biaya dokumentasi biasanya terkait dengan fotografer dan videografer, biasanya biaya ini satu paket dengan pihak menyedia busana dan make-up.

Biaya keamanan lingkungan

Saat mengadakan resepsi terlebih jika diadakan di kampung tentu membutuhkan banyak pihak seperti hansip untuk menjaga kelancaran lalu lintas, menjaga kendaraan tamu dan lain sebagainya. Anda perlu menyiapkan biaya khusus untuk mereka.

Honeymoon (Bulan madu)

Honeymoon (bulan madu) sudah menjadi tradisi tersendiri bagi pasangan yang baru menikah. Melakukan perjalanan beberapa hari ke tempat-tempat yang indah dan menikmati suasana kehidupan baru.

Kebiasaan ini tentu sangat bermanfaat untuk mengakrabkan, saling menumbuhkan rasa nyaman dan juga membuat cinta pasangan baru ini semakin bersemi.

Tapi perlu diperhatikan juga, untuk melakukan perjalanan berbulan madu tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.


Maka bijaklah untuk menyesuaikan tempat liburan yang dituju dengan kondisi ekonomi saat itu.

Biaya hidup serta tempat tinggal pertama setelah pernikahan

Setelah menikah anda harus menentukan mau tinggal dimana ? Apakah membeli rumah ? Menyewa rumah ? Atau tinggal bersama dulu dengan orang tua.

Anda perlu menyiapkan anggaran khusus untuk pos ini.

Kurang lebih itulah pos-pos biaya pernikahan yang perlu dipersiapkan.

Sumber: Buku Aisyah dan Ma’isyah karya Ahmad Gozali

Sumber Artikel: hawa.co.id




Subscribe to receive free email updates: