Lakukan Hal-Hal Ini Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis Dan Romantis

LIPUTANTOP.COM - Tak peduli sudah berapa usia kita, berapa lama usia pernikahan kita jangan menunggu saat-saat istimewa untuk mengungkapkan cinta, ciptakan kebersamaan yang menyenangkan dan memberi kenangan terindah sepanjang masa.

Bercermin pada pribadi Rasulullah SAW, sungguh indah sikap terhadap para istrinya.

Sesibuk apapun, beliau meluangkan waktu, memperhatikan suasana hati, mengenali karakter dan bersenda gurau sebagai ungkapan cinta terhadap istri-istrinya, SubhanAllah.

Kapanpun kita dapat mengungkapkan cinta kepada sang pujaan hati kekasih halal kita.

Ungkapkan cinta dengan amal nyata bukan sekedar kata cinta yang membuat hati terlena.

Ungkapkan dalam rangka berlomba-lomba dalam kebaikan.

Ungkapkan sebagai amal ibadah, ungkapkan sebagai rasa cinta yang tulus terhadapnya dan ungkapkan cinta untuk meraih ridha-Nya.

Lakukan Hal-Hal Ini Agar Rumah Tangga Tetap Harmonis Dan Romantis

Lantas ungkapan cinta seperti apakah yang akan selalu dikenang sepanjang masa dan bernilai ibadah?

Menyediakan waktu khusus.

Husein berkata: "Aku tanyakan kepada ayah tentang Rasulullah bila masuk rumah. Ayahku (Ali bin Abi Thalib) berkata:" Bila datang ke rumahnya, beliau membagi kedatangannya itu menjadi tiga bagian. Satu bagian untuk (mengabdi kepada Allah), satu bagian untuk keluarganya, dan satu bagian lainnya untuk dirinya." (HR. Tirmidzi).


Meski Rasulullah SAW amat sibuk, namun beliau mampu meluangkan waktu untuk bercengkrama bersama keluarganya. 

Hal ini patut dicontoh oleh para suami, hendaknya meluangkan waktu untuk berbicara dengan istri sebagai sarana bercengkerama, memperoleh perhatian dan penghargaan di mata suami.

Saling terbuka

Masing-masing pihak hendaknya mencurahkan suka dukanya kepada pasangan, mengutarakan apa yang terlintas di benak, serta apa yang menjadi harapan. 

Dengan demikian akan tercipta suasana penuh keakraban. Ketika istri bercerita tentang kesedihannya kepada suami, sebagian derita itu akan hilang, dan bila yang diceritakan itu kegembiraan rasa senang itu akan terbagi. Demikian pula sebaliknya.

Bersenda gurau

Bercanda antara suami istri dapat mengendurkan ketegangan pikiran karena perilaku yang kurang disenangi pasangan, kata-kata yang menyinggung perasaan serta kesalahpahaman.

Sentuhan fisik

"Rasulullah pernah tiduran di pangkuanku ketika sedang haid, lalu beliau membaca Al-Qur'an." (HR. Bukhari-Muslim).

Sikap Rasulullah SAW tidur di atas pangkuan istrinya bukanlah sifat kekanak-kanakan melainkan upaya untuk membangun sifat mesra dan romantis. 

Menyandarkan badan pada suami, menepuk-nepuk pundak istri, membelai rambut istri dll dapat menyehatkan jiwa. Sentuhan ini bersifat tulus murni bukan untuk berhubungan suami istri.

Saling menutupi aib

"Dan bergaullah dengan mereka secara baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, maka bersabarlah karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisa : 19).

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. 

Mungkin istri kurang pandai memasak namun pandai merawat anak dan menyenangkan suami.

Demikian pula mungkin suami kurang penyabar namun pandai mencari nafkah dan bertanggung jawab.

Maka sikapi kelebihan dan kekurangan itu sebagai hal yang wajar jangan diungkapkan pada sembarang orang. 

Akhirnya kepada Allah jua kita memohon agar apa yang menjadi kekurangan pasangan sebagai sarana introspeksi diri dan sebagai ladang ibadah untuk saling melengkapi.

Saling memaafkan

Manakala salah satu pihak bersikap yang menyakitkan, hendaknya berlapang dada untuk memaafkan dan saling membantu untuk berbenah menjadi pribadi yang lebih baik.

Memohon Kepada Allah melalui ibadah kita

Ungkapan cinta terkadang tak dipahami oleh pasangan kita, untuk itu bermunajatlah kepada Allah semoga pasangan kita dapat berubah ke arah yang lebih baik.

Optimislah bahwa kekurangan pasangan bukan akhir kepribadiannya, selalu ada peluang untuk berubah dan berkembang ke arah yang lebih baik. 

"Ya Allah lembutkanlah antara hati kami, dan perbaikilah (sengketa/urusan) di antara kami, tunjukilah kami ke jalan keselamatan. Selamatkanlah kami dari kegelapan kepada cahaya terang. Jauhkanlah kami dari segala kejahatan yang tampak dan yang tersembunyi. Berkahi pendengaran kami, penglihatan kami, hati kami, istri(suami) kami, keturunan kami, dan terimalah taubat kami karena sesungguhnya Engkau Maha penerima taubat dan Maha Pengasih, dan jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur atas nikmat yang telah kami makan dari-Mu, yang memuji-Mu karenanya, yang menerimanya, dan sempurnakanlah nikmat itu atas kami." Aamiin.

Sumber: Menata Akhlaq Menuju Ridha dan Cinta-NYA II



data-matched-content-rows-num="3" data-matching-content-columns-num = 3 data-matched-content-ui-type="image_stacked" data-ad-format="autorelaxed">